Jombang – Jawa Timur, Cakrabhayangkaranews.com – Kondisi Jalan Raya Kasemen Gudo dikeluhkan pengendara. Meski belum lama diperbaiki, di sebagian titiknya sudah mulai berlubang. Diduga disebabkan banyak dilewati kendaraan dengan tonase besar.
Pantauan di lokasi, Selasa (28/3) siang, salah satu titik kerusakan parah terpantau di dekat jembatan Kasemen. Tampak kondisi aspal mulai hancur.
”Jalan ini baru beberapa minggu yang lalu diperbaiki, tapi sekarang sudah rusak lagi,” ujar Syarif, 40, salah satu pengendara di lokasi, kemarin.
Menurutnya, perbaikan jalan harusnya menggunakan rigid beton. ”Harusnya ini di rigid beton saja, karena kalau ditambal aspal mau beberapa kalipun sampai habis anggaran miliaran rupiah tetap hancur lagi, karena yang lewat kendaraan tonase besar-besar,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi tak menampik mengenai kerusakan di Jl Raya Kasemen Gudo. ”Ya memang sekarang ada kerusakan lagi,” ujar dia dihubungi lewat sambungan nomor selelurnya.
Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu telah dilakukan perbaikan mulai titik pertigaan Kasemen di Desa Wangkalkepuh hingga jembatan Kasemen.
”Kita sudah lakukan perbaikan berkali-kali di titik itu, namun karena kendaraan yang melintas melebihi tonase sehingga menimbulkan kerusakan jalan,” jelas dia.
Bayu mengatakan, kerusakan jalan tak hanya dipengaruhi faktor kendaraan yang melintas melebihi tonase, namun juga pengaruh hujan juga bisa memperpendek usia aspal. ”Ya ditambah lagi hujan membuat umur aspal berkurang,” tandasnya.
Pemkab Jombang sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar untuk perbaikan Jl Raya Kasemen Gudo tahun ini.
Hanya saja saat ini belum dapat dilaksanakan karena masih melalui proses lelang di Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). ”Untuk perbaikan sendiri kita mulai dari titik jembatan Kasemen Gudo hingga Desa Plumbongambang meneruskan titik kemarin yang belum selesai pekerjaanya,” pungkasnya.
( Andi CBN )







