Bau Tak Sedap Pengadaan Alkes RS Dunda

Gorontalo – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Pengadaan alat kesehatan Ketlep (mesin pasang ring jantung) di RS Dunda milik Pemda Kabupaten Gorontalo menyebar bau tak sedap. Pasalnya alat bernilai Rp. 16 milyar itu kabarnya sudah diarahkan ke PT. MAS sebagai penyedia.

Sesuai informasi yang diterima CBN, ada beberapa perusahaan alkes yang mengincar pengadaan alat tersebut. Perusahaan-perusahaan tersebut meski memasukkan alat dengan merk yang sama tetapi mereka saling bersaing.

Dalam kasus ini misalnya, selain PT MAS yang menyediakan Ketlep merk siemens, masih ikut pula empat perusahaan lain yang juga menyediakan alat dengan merk yang sama.

Sumber CBN menyebut, PT. MAS yang kemungkinan akan dipilih sebagai pemenang melalui lelang e-catalog karena mereka sudah mengawalnya sejak dari perencanaan. Mereka sudah banyak keluar dana sebagai ikatan agar paket tidak berpindah tangan.

Seorang pejabat di Pemda Kabupaten Gorontalo yang mengatur distribusi proyek termasuk pengadaan Ketlep meminta CBN menemuinya untuk klarifikasi. Dia tidak mau klarifikasi melalui WhatsApp. Beberapa pertanyaan yang diajukan CBN tidak dia jawab. “Lebih bagus kita ketemu dulu”, tulisnya.

Sebelumnya CBN pada 2/3, melansir ada beberapa pengusaha alkes (alat kesehatan) yang mengeluh sulitnya memenangi persaingan memasukkan alat kesehatan melalu sistem e-catalog di RSUD dan Dinas Kesehatan di Gorontalo karena ada rekan sesama pengusaha alkes yang sudah mengawal paket sejak dari perencanaan dan ada yang membawa-bawa nama oknum-oknum APH menakut-nakuti Direktur Rumah Sakit, PPK dan Kepala Dinas Kesehatan. Maksudnya agar alat kesehatan mereka diclik (dibeli) rumah sakit dan dinas.

Koordinator Gorontalo Corruption Watch Deswerd Zougira yang dimintai pendapatnya soal laporan rekanan alkes yang mencatut nama oknum APH mengatakan hal itu sudah bukan rahasia lagi, sudah jadi cerita di kalangan pengusaha dan pejabat proyek.

“Cuma persoalannya selama ini yang merasa diancam takut melapor. Takut identitasnya diketahui”, katanya.

Tentang rekanan yang mengawal paket Ketlep di RS Dunda sejak dari perencanaan, Deswerd mengatakan itu tidak dibenarkan. ” Itu bentuk pratik KKN. Anda ikuti saja kalau betul paketnya dia yang dapat berarti ada benar isunya sehingga patut dipersoalkan”, tegas aktivis antikorupsi itu saat dimintai pendapatnya via hp sore tadi (5/4).

CBN telah melakukan investigasi dan menemukan bahwa hampir di semua RSUD dan Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota Gorontalo tahun ini mendapat kucuran dana puluhan milyar rupiah untuk pengadaan ketlep dan scan. Seorang Direktur RSUD yang meminta namanya tidak diberitakan mengakui mendapat tekanan dari oknum-oknum APH itu. “Mereka minta kami meluluskan rekanan tertentu”, ungkapnya.

Selain disebut mengawal paket sejak perencanaan, apakah PT MAS juga menggunakan backing oknum APH untuk mendapatkan paket Ketlep.* j

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *