Boltim, Sulut – Cakrabhayangkara.com (CBN) – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut) Sam Sachrul Mamonto menyatakan, akan membangun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sendiri. Sebab, tiga PDAM yang ada di Boltim yakni PDAM Unit Modayag, Nuangan dan PDAM Unit Kotabunan saat ini adalah milik Perusahaan Daerah (Prusda) di bawah payung Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bolmong.
Peryataan Sachrul menjawab status tiga PDAM tersebut. Bahwa ketiga PDAM tidak bisa diserahkan ke Pemkab Boltim karena status yang mengikat itu. Dan jika tiga unit PDAM itu diserahkan Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) ke Pemkab Boltim, maka akan ada konsekuensi yang harus ditanggung Boltim,” kata Sam Sachrul Mamonto kepada CBN saat melakukan Kunker pada HUT 41 Desa Bukaka, Kecamatan Kotabunan, Jumat (4/8/2023).
Soal konsekuensi apa yang dimaksud Bupati Sam Sachrul?
Konsekwensinya kata Sachrul, Pemkab Boltim harus mengembalian biaya ganti rugi, seperti paparan awal. Tapi bagaimana selama 14 tahun hak Boltim dari retribusi air atas tiga PDAM tak bisa dinikmati karena rupiahnya masuk ke kas Pemkab Bolmong? “Ya, karena ketiga PDAM dimaksud berada dibawah payung BUMD Bolmong,” tukas Sachrul Mamonto singkat. Namun jawaban tersebut dinilai belum tuntas. Sementara untuk PAD masuk melalui provinsi tambahnya, dalam bentuk bea atau biaya bagi hasil (BBH) air permukaan.
Sementara Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) masih menggaris bawahi bahwa betapa Boltim telah kehilangan retribusi air PDAM selama 14 tahun sejak dimekarkan senilai kurang lebih Rp. 28 Milir. Bagaimana itu?
“Ya, itu tanggung jawab siapa dan bagaimana bagi hasilnya? Ini yang belum secara tegas dijawab,” timpal sumber CBN di Boltim, Sabtu (5/8).
Diluar itu, LAKI tetap menoresiasi dan menyambut baik adanya rencana Bupati Sachrul Mamonto untuk membangun PDAM sendiri di Boltim. “Kami menyambut baik rencana tersebut. Bila perlu dipercepat, agar Boltim sudah memiliki PDAM sendiri,” harap Ismail Mokodompit.
Ismail meyakini, bila Boltim memiliki PDAM yang dikelola sendiri, sudah pasti kebutuhan air bersih untuk masyarakat Boltim akan terpenuhi dengan sambungan ke rumah-rumah (SR) dari PDAM bukan milik daerah lain. “Tentunya ini juga akan turut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Boltim,” ungkap Ismail Mokodompit.* psb – jay – bersambung





