oleh

BPJN XIV Palu “Disemprit” Dirjen Bina Marga – Laporan Tidak Sesuai Lapangan

Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Jika belakangan muncul sorotan kurang bagus terhadap kinerja Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), nampaknya wajar mengemuka.

Mereview sedikit kebelakang. Andaikan tanggal 14 Desember 2021 pekan baru lalu, permintaan konfirmasi CBN ke Kepala (Ka) BPJN XIV Palu terpenuhi, mungkin jawaban akan lebih awal sudah ada dan bisa dipapar hari ini, Senin (3/1/2022).

Tanggal 14 Desermber lalu itu, CBN mengirim chat bernada santun untuk kesekian kali ke Ponsel Kepala (Ka) BPJN XIV Palu Ir H Muhammad Syukur, ST, MM, nomor 0853991848XX. Setidaknya mengirim chat dan menelefon, sudah dilakukan CBN sejak 5 Agustus 2021. Tajuknya, meminta penjelasan dan konfirmasi tentang pekerjaan hingga pertengahan Desember, sejauh mana pencapaian volume atas penanganan preservasi jalan dan jembatan yang berada dibawah tanggung jawab BPJN XIV Palu.

Namun sayang, chat CBN yang tidak terhitung lagi jumlahnya ditambah — telefon yang lebih tidak terhitung lagi — tak pernah dijawab. Hingga satu sumber CBN mengatakan, hanya pada jurnalis tertentu saja Muhammad Syukur “welcome” untuk face to face. Hah … ??

Jika demikian — mungkin — tidaklah keliru sorotan bernada “marah” dari Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kepada Kepala BPJN XIV Palu.
Mengapa Kepala BPJN XIV Palu H Muhammad Syukur “didamprat” Dirjen? Konon, gara-gara kinerja BPJN XIV yang dipimpin H Syukur, dinilai tidak terlaksana dengan maksimal. Laporan kepusat, tidak sesuai kondisi lapangan. Ada bengkalai, tetapi dilaporkan tercapai dengan baik. Padahal, kondisi lapangan berbeda sekali faktanya.

Apa yang menjadi sumber “kemarahan” Dirjen, sebetulnya sudah ada “dikantong” CBN dan tim, ketika sekitar dua pekan lalu melakukan investigasi lapangan untuk kedua kalinya terhadap proyek jalan dan jembatan yang berada dibawah naungan dan tanggung BPJN XIV Palu. Data-data tersebut berupa video, foto-foto lokasi, ditambah bundel “lengkap” yang kavernya berwarna “berani”, sebagai laporan akhir tahun. Pokoknya lengkap dech!

Maka –sekali lagi — wajar sekali bila meletup “teguran” Dirjen Bina Marga Dr Ir Hedy Rahadian, MSc kepada Ka Balai. Teguran dan kemarahan, dialamatkan langsung kepada Muhammad Syukur.
Dan, kutipan cerita Dirjen “memarahi” Kepala BPJN XIV Palu, terjadi belum lama ini pada momen zoom dan kemudian entah bagaimana “bocor” dan merembes ke media.

Sumbet CBN menyebut, menyudahi akhir tahun 2021, bukan berarti semua masalah tahun lalu lepas, lewat dan terbiar begitu saja. Sebab, ditahun 2022, masalah yang “tertinggal” dan tidak tuntas di 2021, merupakan catatan “buram” dan “PR” yang harus disingkap. Istilahnya, bisul yang sudah waktunya pecah, bagaikan file “tersembunyi”, kini harus dikuak.

Bagi jurnalis, ini memang akan menjadi “PR” yang harus dijawab oleh BPJN XIV Palu, sekaligus catatan penting bagi pemerhati dan lembaga kontrol untuk bersana mengungkap hingga keakar-akarnya.

Kembali kesumber bahwa kemarahan Dirjen ke Ka Balai antara lain — seperti yang telah dipapar diawal — disebabkan realisasi pekerjaan preservasi jalan dan jembatan — baik preservasi rekonstruksi dan preservasi rutin BPJN XIV Palu — progresnya tidak tercapai sebagaimana mestinya. Malahan, realisasi pekerjaan proyek-proyek di wilayah kerja Kepala Balai XIV Palu tersebut, ungkap sumber itu lagi, berada dibawah rata-rata nasional.

Lucunya dari cerita kemarahan Dirjen ke Kepala BPJN XI Palu, turut “membongkar” pola kerja Muhammad Syukur, ketika dipercaya sebagai PPK dan Satker pada tahun 2013 lalu keatas. Nah, kini “pola menyampaikan laporan baik-baik” itu terulang, ketika Syukur menjadi kepala balai.

Parahnya, saat menjadi Kepala BPJN XIV Palu, “ketertutupan” Syukur kian menjadi. Sehingga “super sulit” jika ingin ditemui. Betapa tidak, sampai-sampai untuk rapat dilingkup kantor BPJN XIV Palu saja ungkap sumber CBN, dilakukan Syukur memakai zoom. Kendati itu hanya bersebelahan dinding. “Ini kan cukup aneh pak,” sebut sumber yang juga pejabat proyek dilingkup BPJN XIV Palu.

Kembali ke laptop. “Teguran” dari Dirjen kepada Ka Balai, setidaknya mengindikasikan jika kepemimpinan Syukur menunjukkan kinerja yang “kurang baik”.

Lantas mengapa kerja BPJN XIV Sulteng tidak maksimal? Sekali lagi, ini lantaran laporan yang disampaikan BPJN XIV Palu kepusat, tidak sesuai kondisi riil atau capaian target pekerjaan yang berada dibawah rara-rata. Bahkan penilaian Dirjen, itu merupakan parameter secara nasional.

Kalau kemudian sikap Syukur selama ini tertutup, terutama kepada media, apakah benar selaku pejabat publik? Lantas apa gunanya, undang-undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi publik? Bahwa
hak memperoleh informasi merupakan hak “asasi manusia” yang dijamin dalam konstitusi Pasal 28 F UUD 1945.

Mengapa CBN atau jurnalis lain butuh bertemu HM Syukur? Sebab dari mulut Syukur sangat dibutuhkan menerangkan progres dan hasil kerja BPJN XIV Palu selama kurun waktu setahun. Jika baik, tentulah tidak masalah. Tapi kalau tidak, bukankah menjadi sebaliknya?

Kenyataannya, hasil investigasi CBN dan tim ke daerah, masih demikian banyak bengkalai yang belum final dikerjakan baik jalan dan juga jembatan wilayah I dibawah “payung” BPJN. Bahkan informasi per tanggal 31/12/2021, banyak pekerjaan jalan dan jembatan diwilayah II dan III, juga tidak tuntas serta putus kontrak. “Potret pencapaian seperti itukah yang dilaporkan BPJN XIV sebagai progres baik?” tanya sumber.

Sumber menambahkan, “sorotan” yang bernada “kemarahan” dari orang nomor satu dilingkungan Direktorat Bina Marga kepada Ka BPJN XIV Palu, sungguh sangat “memalukan” bagi jajaran BPJN XIV. Bagaimana bisa pimpinannya “ditegur”, ya karena dipandang oleh dirjen tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Makanya, dengan adanya kebebasan informasi kita perlu memotivasi badan publik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya, imbuh sumber itu lagi.

“Melihat persoalan kemarahan dijen kepada kepala balai, sewajarnya
menjadi “PR” bahwa peninggalan tahun 2021, harus disingkap ditahun 2022,” tekan sumber tersebut.
* jay – bersambung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed