Foto : Tengah – Bambang S Razak, S.T., M.T. Bawah kiri : Andi – Kanan : Acin Malewa
Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Penanganan preresvasi jalan nasional di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun ini, dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah (Sulteng). Membenahi dan membangun struktur jalan di Sulteng, agar bisa memenuhi standar jalan nasional.
Tercatat, sejak Pebruari 2026, ruas-ruas jalan nasional di Sulteng, sudah dalam kontrak dimulai pengerjaannya dan terus berjalan. Diantara ruas-ruas tersebut bahkan ada yang lebih cepat capaian fisiknya.
Secara progres, hasil pengerjaan ruas jalan negara di Sulteng, berada diantara 31 hingga 33 persen plus. “Saya mengajak, mari sama-sama kita kawal ini,” ungkap Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah Bambang S Razak, S.T., M.T., kepada CBN dan Media 86 Net baru-baru ini.
Intinya gambar Bambang, pekerjaan BPJN Sulteng terus dimaksimalkan. “Kendati zaman sekarang dana tidak segampang dulu, tapi baik mutu dan pencapaian di lapangan kita maksimal dan dioptimalkan Demi pelayanan kepada masyarakat,” kata Bambang. Kondisi ini beda dengan tahun sebelumnya yang memang hancur-hancuran karena danabsebut Bambang, dibatasi.
Ditanya bagaimana jalan lingkar Togean? Konon proposalnya sudah masuk dari Kadis PUPR Tojo Unauna (Touna).
Menurut Bambang, kedepan kan ada Inpres Jalan Daerah (IJD). “Jadi untuk kabupaten sekarang ada IJD. TIdak ada lagi DAK (Dana Alokasi Khusus – red),” katanya
Tapi IJD kuncinya dari Pemda, Dinas dan Bupatinya. “Untuk verifikasinya nanti di sini (Balai – red),” ungkap Bambang.
Dalam perjalanan investigasi CBN dan Net 86 baru-baru, ada dua sampel pelaksanaan proyek preservasi dan perbaikan ruas jalan nasional yang sempat dilihat dari dekat. Yakni, ruas Tolai–Sausu di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang dilaksanakan PT. Bina Kaili (BK). Nilai Proyek: Rp112,69 miliar yang didanai melalui APBN 2025/2026. Ruas ini terus dikebut, kendati malam hari. “Nampak kontraktor pelaksananya tengah mengejar target agar pejerjaannya cepat tuntas,” komentar Adi,.salah satu warga Sausu. Ruas Tolai – Sausu sepanjang 29,11 KM, dikerjakan PT. Bina Kaili milik Yasin Malewa (Acin). Mencakup pelebaran menuju standar, rehabilitasi jembatan, dan penanganan drainase dan lereng.
Demikian pula untuk proyek preservasi dan perbaikan ruas Jalan Nasional Trans Sulawesi Tagolu–Tentena. Ada PT. Tureloto Battu Indah (TBI) di sana. Kontraktor ini nampak tidak mau kalah cepat dari pekerjaan ruas lainnya. Andi — pelaksana dilapangan yang ditemui CBN dan Net 86 — mengatakan, terus memaksimalkan pekerjaan.
CBN mencatat, ada 47 KM yang ditangani PT. TBI, 12 KM diantaranya yang efektif. Ruas pemeliharaan yang efektif, 12 KM.
Proyek ini diawasi ketat oleh konsultan pengawas dengan skema Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract – MYC). Nilai pagu paket pekerjaan fisik Tagolu – Tentena sebesar IDR 114.243.807.888, dengan nilai HPS Rp114.243.816.000 melalui Satuan Kerja PJN Wilayah IV Sulteng. Spek pekerjaan dan penanganan proyek ini meliputi preservasi jalan yang mencakup pencegahan, perawatan, dan perbaikan untuk mempertahankan fungsi jalan.
Target Panjang dan Struktur Penanganan jalan sepanjang 47,77 KM seperti yang sudah dipapar sebelumnya, juga meliputi penanganan jembatan dengan total panjang 297,6 meter.* jay






