Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Operasi Tinombala tahun 2020 ternyata masih membekas dihati dan menyisakan duka masyarakat Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Terlebih orang tua Firman (17) dan Sarifuddin (34),
dua warga yang tertembak dan tewas dalam operasi Tinombala tahun 2020 Hingga kini tewasnya Firman dan Sarifuddin luput dari perhatian bahkan tidak pernah diusut.
Sebab, hingga kini tidak diketahui dalam pasukan operasi Tinombala ketika itu, siapa oknum yang diduga sebagai penembak Firman dan Sarifuddin yang hendak pergi ke kebun. Dari kejadian di Desa Kilo yang melayangkan dua nyawa, telah terabaikan dari sisi penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Belum lama, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Muhaimin Yunus Hadi, SE melakukan kegiatan reses untuk menjaring aspirasi warga Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso.
Apa saja yang diserap Muhaimin dari resesnya yang digelar di Balai Pertemuan Kantor Desa Kilo itu? Selain menggalang aspirasi konstituen di Dapilnya ungkap Muhaimin, dia dilapori warga dan dua warga tersebut ternyata orang tua korban almarhum Firman dan Sarifuddin.
Kepada CBN baru-baru ini, Muhaimin Yusuf Hadi mengatakan berencana akan mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) atas insiden tewasnya dua warga Desa Kilo tersebut.
Muhakmin menyatakan sangat menyayangkan sejumlah kasus tewasnya warga tertembak. “Ini akibat tindakan oknum aparat kepolisian. Untuk itu saya meminta kepada Polda Sulawesi Tengah agar lebih meningkatkan kualitas SOP. Beberapa kasus lain misalnya penembakan di Parimo disebabkan karena adanya kesalahan SOP dalam penanganannya. Harusnya lebih mengedeiankan upaya persuasif dan humanis,” kata Muhaimin.
Selanjutnya, untuk kebutuhan klarifikasi dan perimbangan berita, CBN mencoba menghubungi Kasubbid Penmas Humas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari via WA, Selasa (22/3). Konfirmasi tentang insiden tewasnya dua warga Desa Kilo tersebut saat operasi Tinombala tahun 2020, akan dilanjutkan ke Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pok Didik Supranoto, S.IK. “Konfirmasinya nanti saya lanjutkan ke pak Didik. Beliau masih dalam kegiatan dinas di Jakarta,” ungkap Sugeng dalam balasan WA ke CBN.
Kembali ke Mimin. Resesnya ke Kecamatan Poso Pesisir Utara di Desa Kilo baru-baru ini, dihadiri Kades dan sejumlah perangkat desa lainnya. Juga turut hadir ratusan masyarakat didominasi dari kalangan petani dan nelayan.
Dalam reses itu, warga berharap kepada Muhaimin yang akrab disaompa Ka’ Mimin, agar juga memperhatikan masalah peningkatan perekonomian dan infrastruktur desa.
Besar harapan warga, untuk penyelesaian kasus penembakan di Poso oleh oknum aparat seperti terjadi tahun 2020 di Desa Kilo Sipatuo Sipatokkong terhadap dua korban bernama Firman dan Sarifuddin.
Selain itu penembakan terhadap korban di Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara, atas nama Qidam Alfarisky yang saat ini kasusnyapun belum tuntas.
Wahban, warga Dusun Sipatuo berharap kepada kepolisian melalui Muhaimin sebagai wakil rakyat untuk bisa memperhatikan keadaannya dan memberikan jaminan keamanan kepada para petani agar bisa beraktivitas sebagaimana biasanya.
Suara dari warga lain juga berharap kepada pemerintah dan instansi terkait, untuk penuntasan kasus hukum dan memperhatikan keluarga korban.
Menanggapi hal itu, Ja’ Mimin berjanji akan berusaha memperjuangkan aspirasi warga tersebut dengan membawanya ke dalam rapat paripurna.* jay – bersambung





