Balaigondi Banggai, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Desa Balaigondi, di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), sudah berbenah, hampir disemua sisi. Jika sebelum pertengahan tahun 2025 — banyak sorotan terhadap Balaigondi, itu semua tinggal cerita basi. Karena Kades bersama jajaran dan masyarakatnya sejak pertengahan hingga akhir 2025, bangkit dan berbenah, bahu-membahu memperbaiki desa. Rumah-rumah di tepi pantai yang menimbulkan kesan kumuh sudah dibongkar. Penghuninya direlokasi dan dibangunkan rumah layak huni.
Dulunya, Balaigondi sarat potret minus. Mulai dari Kadesnya, Syarif T Pagi dan jajaran yang jarang masuk kantor, malah sang Kades lebih sering berada di Pagimana. Kantor desa tak terurus, sejumlah infrastruktur desa yang tidak becus ditangani, hingga menyoal ke bantuan sosial (Bansos) yang tidak tepat sasaran.
Pola kemudian diubah. Dibawah semangat dan arahan Kades Syarif T. Pagi, penyelesaian sejumlah infrastruktur desa pun digenjot. Yang rusak diperbaiki, yang kurang ditambah. Termasuk, rehab kantor desa yang sebelumnya seolah tidak mendapatkan perhatian. Demikian misalnya, pekerjaan dermaga serta tanggul penahan abrasi/gelombang sudah dibuat. Sementara, beberapa item pengadaan akhir tahun 2025 sudah direlisasi. Misalnya, mesin sedot pasir yang awalnya — mendapat penolakan masyarakat — namun kini bisa menyalakan listrik desa. Setiap malam, genset tersebut dijaga bergiliran sehingga masyarakat dapat menikmati penerangan dan ke utuhan han listrik lainnya, dengan membayar perbulan pemakaian BBM.
Menurut Syarif kepada CBN baru-baru ini — belajar dari pengalaman sebelumnya — ia genjot semua sisi yang butuh dibenahi.
Syarif juga tak lupa menyampaikan rasa syukurnya kepada Gubernur bahwa satu dari dua proposal yang masukkannya akhir 2025, sudah direalisasi ESDM provinsi. Yakni tiga dari lampu tenaga surya dan tinggal pemasangan tiang. Walaupun baru tiga dari lima mata lampu yang didapat, sudah bisa memberi penerangan desa dari semula gelap. “Titik pemasangan tiangnya sudah kami siapkan di tiga lokasi. Sementara dua lagi menunggu,” terang Syarif. Sementara itu tambah Syarif, satu proposal lagi masih ditunggu-tunggu, terkait kebutuhan desa.* jay






