Dipertanyakan – Petambang Tak Dikenal Keruk Ore Bekas IUP PT. Integra

Foto Atas – Titik koordinat bekas IUP PT. Integra (tengah), diantara areal IUP PT. SAP dan PT. CUM.

Foto Bawah – Bidikan zoom kamera hp yang terbatas. (Lingkar hijau) posisi Jetty yang ditinggalkan PT. Integra. (Lingkar merah) posisi tongkang full ore sebelum ditarik.

Tamainusi . Morut, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Kegiatan penambangan ore nikel di bekas lokasi IUP PT. Integra Jakarta, kini disorot. Pasalnya, kontraktor dari mana yang konon tidak jelas, tiba-tiba saja “mengorek” ore di bekas lokasi tambang nikel PT. Integra yang sudah lama izinnya telah dicabut pemerintah. Makanya, kegiatan eksploitasi ore nikel yang dimuat ke tongkang pada bekas Jetty PT. Integra itu dipertanyakan. Kenapa bisa?

Untuk mencari jawaban dan fakta dari kesimpang siuran itu, Tim investigasi CBN lalu turun ke lokasi, Selasa (27/6/2023) pagi hingga menjelang siang.

Ini setelah adanya laporan masyarakat bahwa ada kegiatan “pengerukan” ore, di bekas IUP PT. Integra. Dari mana, oleh siapa, ke perusahaan mana ore itu dibawa, tidak jelas.

screenshot 20230627 174643 1
Hauling malam hingga suntuk

Pastinya, dari info yang dikumpulkan Tim Invertigasi CBN bahwa kegiatan sudah dilakukan dua hari dua malam suntuk hingga, Selasa (27/6/2023) siang tadi, seperti sudah dipapar di awal. “Ini foto mereka kerja lembur kemaren malam, kemaren dan siang tadi. Ya, coba lihat foto-fotonya. Kami lapor ke pos polisi, cuma dibilang terima kasih infonya. Huuuuu,” sesal satu anggota masyarakat kepada CBN.

Informasi tambahan yang dihimpun CBN, lokasi bekas IUP PT. Integra jika dituju dari arah Kolonedale — ibukota Kabupaten Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), berada di antara lokasi PT. Surya Amindo Perkasa (SAP) dan PT. Cipta Utama Maranti (CUM). Laut berada di kanan.

screenshot 20230627 174006 1
Hauling siang aman-aman saja

CBN juga mendapatkan
tambahan informasi lainnya bahwa ore yang “digaruk” dari bekas lokasi tambang PT. Integra, tidak dibawa ke PT. SAP atau juga PT. CUM, namun — sekali.lagi — tidak diketahui tujuan akhir ore itu. “Kemungkinan investigasi incognito lewat penelusuran privasi CBN sudah bocor duluan, sehingga tongkang penuh ore cepat-cepat ditarik tug boat meninggalkan Jetty. “Tapi tongkangnya sudah full ore, terus ditarik ke laut. Tapi ga tau orenya hendak dibawa kemana,” seperti ungkapan salah satu penduduk sekitar tadi kepada CBN. “Ssssst, tolong jangan bilang namaku ya,” tambah orang itu sambil berlalu. Tampak dia menempelkan vertikal telunjuknya di depan bibir. “Ooooo …. ?”

 

Camat Soyojaya H. Ramli yang dikonfirmasi CBN Selasa (27/6/2023) malam mengaku, baru menerima laporan justru dari CBN. Menurut Camat tekait informasi tersebut belum ia tahu dan tidak ada laporan. Kadang di lokasi tambang tambah Camat, banyak kontraktor yang melakukan sub. Biasanya pihak pos keamanan di sekitar lokasi yang paling tahu itu. “Namun info ini saya tampung dulu dan akan memastikannya besok,” ungkap H. Ramli kepada CBN via telepon WhatsApp.

Yang pasti, hingga Selasa (27/6/2023) siang, tongkang yang penuh ore dari hauling selama dua hari dua malam itu, kini ditarik ke kemana atau singgah di mana? Apa masih kembali lagi ke Jetty? Hmmmm. “Nanti esok kita lihat lagi ya tim?

screenshot 20230627 123308 1
Saat Jetty kosong aktivitas dan tongkang sudah tidak tampak

” kata seorang pesepeda motor ketika menepuk pundak salah satu anggota Tim CBN saat beranjak dari sekitar lokasi hendak kembali ke Kolonedale, ibukota Morut.

CBN berusaha mengkonfirmasikan masalah ini ke Kadis Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulteng Ir. H.A. Rahmansyah Ismail, M.Agr, MP, namun belum berhasil. Tunggu!* jay – bersambung

img 20250803 wa0029
Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *