dr. Niko, S.Ked, M.K.M, MM Kadis Kesehatan Touna : “Kita Selaraskan Visi Misi Gubernur dan Bupati”

Ampana Touna, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Langkah taktis, maksimal dan optimal terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Tojo Unauna (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng), dalam rangka membangun profil kesehatan yang paripurna, dibawah duet Bupati Ilham Lawidu, SH dan Wabub Surya, S.Sos, M.Si. Memang ini butuh sinergitas serta kerja dan kinerja kompak dari seluruh jajaran Dinas Kesehatan Touna yang harus solid
secara berjenjang.

Disatu sisi, bagaimana menyelaraskan visi misi provinsi dalam hal ini gubernur dengan tagline “Berani Sehat” serta visi Bupati Touna yakni, Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tojo Unaunsla Yang Religius Maju, Adil, Makmur, Sejahtera, Hebat (Bermartabat) dan Berbudaya Kolaborasi.
diperkuat misi keempat dari 19 misi, yaitu “Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas dan Terjangkau.”

Maka, fokus Dinas Kesehatan Touna kata Kadis Kesehatan Touna dr. Niko, S.Ked, M.K.M, MM memprioritaskan sarana dan orasarana (Sapras). Diantaranya yakni pembangunan infrastruktur kesehatan yang merata dan bisa dijangkau oleh masyarakat. “Saya beruasaha menyandingkan langkah “Berani Sehat” Gubernur Sulteng dengan misi Bupati Touna, “meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, bagi masyarakat,” kata Niko CBN baru-baru ini.

Ya begitulah. Membangun profil kesehatan yang paripurna di Touna, kini tengah berjalan. “Kendati itu dilakukan secara bertahap dan tetap disesuaikan dengan kemampuan daerah, jelas dr. Niko yang saat ini masih menjabat Direktur RSUD Amoana

Memang kata Niko, yang menjadi prioritas Pemkab Touna lewat Dinkesnya yakni azas pemerataan dengan banyak membangun Puskesmas. Antara lain yang sudah diprogramkan tersebut adalah, Puskesmss Dolong, Puskesmas Katupat serta dua puskesmas lainnya. Puskesmas tersebut jelasnya, akan difasilitasi lengkap dengan ruang rawat inapnya

Menurut dr. Niko,
kalau untuk Pustu-Pustu (Puskesmas Pembantu – red) tahun ini banyak yang akan diperbaiki antara 30 hingga 40 Pustu dari sekitar 100 – an lebih. “Meski anggarannya tidak besar, Pustu maupun Poskesdes dibangun sehingga secara fisik terlihat ada kemajuan,” jelas dr. Niko.

Kata Niko, Puskesmas dan Poskesdes dibenahi agar bangunannya bisa kembali sempurna. Atap dan plafonnya jangan bocor, lantai dan dindingnya rapi. Menimbulkan kesan bersih sehingga bagi si sakit yang berobat juga bisa lebih cepat sembuh.

Masalahnya sekarang, daerah tidak bisa lagi mengangkat tenaga honor membuat persoalan baru dan menjadi suatu kebuntuan. Untuk dokter PTT yang menjadi beleid pusat, sudah diserahkan keputusan ke Mendagri yang menyatakan cukup dengan ASN dan P3K saja.

Kalau melihat visi saya bahwa bagaimana Puskesnas tidak lagi dipandang sebelah mata. “Saya mau Puskesmas dipercaya masyarakat sebagai pertolongan pertama yang kompeten dengan pelayanan berkualitas,” beber dr. Niko.

Visi besar dr. Niko adakah, bagaimana Puskesmas bukan hanya menjadi singkatan pusing, keseleo, masuk angin. Puskesmas harus dipercaya masyarakat sebagai pertolongan pertama yang kompeten dan berkualitas. “Itu vidi besar saya,” tuturnya.

Bagaimana agar tidak menumpuk semua pasien di rumah sakit. Selain daripada upaya promotif dan preventifnya, mereka (puskesmas) tetap jalan. Misalnya seperti BOK Puskesmas dll.

Karena itu — pelayanan — adalah yang utama. Kalau banyak orang di rumah sakit, berarti fungsi pelayanannya jalan kendati banyak yang sakit. “Saya ingin SDM di Puskesmas, bisa menangani pasien dengan baik. Walaupun itu butuh waktu singkat bahkan bisa bertahun-tahun

Selama ini sebut dr. Niko, Puskesmas terbatas hanya kepada sapras atau sarana prasarana. Tapi kedepan harus lebih dari itu.* jay – bagian pertama

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *