CBN, Jakarta – Melihat fenomena akhir akhir ini di Maluku soal situasi keamanan di wilayah 3T terkhususnya di Maluku, Kami percaya bahwa putra-putra terbaik Maluku memiliki kapasitas, integritas, pengalaman, dan pemahaman yang mendalam terhadap karakter sosial, budaya, serta dinamika keamanan di Bumi Raja-Raja.
Oleh karena itu, sudah saatnya putra daerah diberikan kesempatan yang lebih besar untuk memimpin institusi strategis di daerahnya sendiri, termasuk jabatan Kapolda Maluku.
Kehadiran seorang Kapolda yang berasal dari Maluku diharapkan mampu memperkuat pendekatan kultural dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan memahami nilai-nilai adat, sejarah, serta karakter masyarakat Maluku, seorang putra daerah diyakini dapat membangun komunikasi yang lebih efektif, memperkuat kepercayaan publik, dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Dukungan ini bukan semata-mata didasarkan pada sentimen kedaerahan, melainkan pada semangat keadilan, representasi, dan pengakuan terhadap sumber daya manusia Maluku yang telah banyak mengabdi dan berprestasi di institusi Kepolisian Republik Indonesia. Banyak perwira asal Maluku yang memiliki rekam jejak dan pengalaman kepemimpinan yang layak diperhitungkan untuk menduduki posisi strategis di tingkat nasional maupun daerah.
Kami berharap pimpinan Polri dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat Maluku agar putra terbaik daerah diberi kesempatan memimpin Polda Maluku.
Langkah ini akan menjadi simbol penghargaan terhadap kapasitas anak negeri sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Putra Maluku untuk Maluku bukan sekadar kebanggaan daerah, tetapi wujud kepercayaan bahwa anak negeri mampu menjaga tanahnya sendiri dengan profesionalisme, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, Pungkas Ketua Umum Imajar Jakarta. Abraham opem MORAL UNTUK PUTRA MALUKU MENJADI KAPOLDA MALUKU
Melihat fenomena akhir akhir ini di Maluku soal situasi keamanan di wilayah 3T terkhusus di Maluku, Kami percaya bahwa putra-putra terbaik Maluku memiliki kapasitas, integritas, pengalaman, dan pemahaman yang mendalam terhadap karakter sosial, budaya, serta dinamika keamanan di Bumi Raja-Raja.
Oleh karena itu, sudah saatnya putra daerah diberikan kesempatan yang lebih besar untuk memimpin institusi strategis di daerahnya sendiri, termasuk jabatan Kapolda Maluku.
Kehadiran seorang Kapolda yang berasal dari Maluku diharapkan mampu memperkuat pendekatan kultural dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan memahami nilai-nilai adat, sejarah, serta karakter masyarakat Maluku, seorang putra daerah diyakini dapat membangun komunikasi yang lebih efektif, memperkuat kepercayaan publik, dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Dukungan ini bukan semata-mata didasarkan pada sentimen kedaerahan, melainkan pada semangat keadilan, representasi, dan pengakuan terhadap sumber daya manusia Maluku yang telah banyak mengabdi dan berprestasi di institusi Kepolisian Republik Indonesia. Banyak perwira asal Maluku yang memiliki rekam jejak dan pengalaman kepemimpinan yang layak diperhitungkan untuk menduduki posisi strategis di tingkat nasional maupun daerah.
Kami berharap pimpinan Polri dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat Maluku agar putra terbaik daerah diberi kesempatan memimpin Polda Maluku.
Langkah ini akan menjadi simbol penghargaan terhadap kapasitas anak negeri sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Putra Maluku untuk Maluku bukan sekadar kebanggaan daerah, tetapi wujud kepercayaan bahwa anak negeri mampu menjaga tanahnya sendiri dengan profesionalisme, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, Pungkas Ketua Umum Imajar Jakarta. ( Abraham opem )







