oleh

Gandeng Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utama, Lapas Kelas I Cipinang Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Lakukan Assesment Resiko Bagi 64 Narapidana

Jakarta, Cakrabhayàngkaranews.com14 (Empat Belas) Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Timur Utara berduyun-duyun menuju Lapas kelas I Cipinang. Bukan tanpa maksud, melainkan untuk melaksanakan tugas sebagai assesor penentu tingkat resiko Lapas bagi narapidana Jumat, (07/01/2022).

Hal tersebut dilaksanakan sesuai permohonan Kalapas terhadap 64 (enam puluh Empat) warga binaan yang telah berstatus narapidana yang menjadi tamping untuk dilakukan assesment.

Berbeda dengan hal sebelumnya, kali ini Kalapas Kelas I Cipinang, Tonny Nainggolan melakukan permohonan kepada pihak Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara untuk melakukan pendataan tingkat resiko bagi narapidananya.

Kepala Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara, Nety Saraswaty mengatakan, Dari hasil assesment, diharapkan petugas Lapas Cipinang akan lebih efektif dan efisien dalam pengklasifikasian tingkat resiko narapidana sehingga Lapas kelas I Cipinang mendapat hasil yang optimal. Kolaborasi kedua UPT pemasyarakatan ini bukan yang pertama, melainkan esensi yang mulai terlupakan dari “Back to Basic pemasyarakatan”.

“Kegiatan ini menjadi pioneer kembali. Assessment resiko adalah hal yang penting. Seiring berkembangnya jaman, assessment resiko sudah mulai terlupakan. Tapi hari ini melalui atensi Bapak Ka. Lapas Kelas I Cipinang yang meminta kami dari jajaran Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara untuk melakukan assessment bagi 64 narapidananya, merupakan terobosan posiif yang menjadikan assessment resiko menjadi pioneer kembali. Kami harap seterusnya hal ini dapat berjalan dan dapat dilaksanakan oleh Lapas / Rutan lainnya”.

Hal senada disampaikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang Tonny Nainggolan, ”kolaborasi yang dilakukan merupakan komitmen kami dalam mengimplementasikan penerapan Back to Basics Pemasyarakatan. Dengan diadakan asesment ini, kami mengharapkan Lapas Kelas I Cipinang dapat mengklasifikasikan tingkat risiko narapidana.” Ungkap Tonny.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed