Gorontalo – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Keputusan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo yang membayar THR (Tunjangan Hari Raya) ASN (Aparat Sipil Negara) hanya sebesar 50 persen dari gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan adalah bentuk pembangkangan terhadap keputusan pemerintah pusat yang mengintruksikan THR harus dibayar 100 persen. Sebab sesuai PP Nomor 15 tahun 2023, THR terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan. Komponen ini harus dibayarkan penuh kepada ASN dan tidak boleh dipotong atau disunat.
Berbeda dengan TPP, TKD, TUKIN atau Remunerasi yang besaran pembayarannya disesuaikan dengan kemampuan pemda, kementerian atau lembaga masing-masing.
Demikian penegasan Koordinator Gorontalo Corruption Watch (GCW) Deswerd Zougira saat dimintai pendapatnya sehubungan dengan Keputusan Bupati Gorontalo yang menetapkan THR ASN hanya dibayar 50 persen dengan alasan anggaran yang tidak tersedia.
Menurut Deswerd, dihubungi pagi tadi (11/4), anggaran THR bersumber dari APBN sehingga bila tidak tersedia berarti ada yang salah dengan tata kelola keuangan Pemda.
Misalnya, kata Deswerd, Bagian Anggaran yang luput menginput anggaran THR padahal itu sudah merupakan pos rutin yang ada setiap tahun.
Atau, terlalu banyaknya pengeluaran di awal tahun yang tak terkendali seperti perjalanan dinas dan belanja rutin sehingga timbul kesulitan saat ada kewajiban membayar THR karena dana sudah terpakai habis.
Menurut advokat ini, keputusan Bupati yang bertentangan dengan PP Nomor 15 Tahun 2023 itu membuyarkan rencana ASN dalam menggunakan THR karena jumlah yang diterima sudah tidak sesuai lagi dengan ekspektasi awal.
“Ini beresiko, bisa ada protes dan pembangkangan dari ASN yang kecewa. Apalagi bila mereka membandingkannya dengan daerah lain yang tidak ada pemotongan THR”, katanya
Yang tak kalah menarik, masih menurut aktivis antikorupsi ini, Keputusan Bupati itu juga bisa dijadikan pintu masuk bagi aparat terkait untuk memeriksa tata kelola keuangan Pemda.
Sekdakab Gorontalo Roni Sampir yang coba dihubungi CBN siang tadi untuk konfirmasi masih sibuk. “Saya masih sibuk, nanti ya,” katanya singkat dari balik telepon.* j





