Gila – Bukan Berlomba Prestasi Tapi Juara Dalam Korupsi

Jakarta – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Republik ini tengah digerogoti korupsi dari dalam. Nusantara yang dikelilingi penghisap-penghisap darah. Koruptor kelas dewa Indonesia, tengah berkompetisi menjadi terdepan dibidang korupsi. Bukan membangun kemakmuran tapi kemelaratan masif yang dibuat dan kini kronis.

Disini, persaingan pelaku “mega korup” terjadi. “Ya — sekali lagi — sebuah ironi yang memalukan dipertontonkan,” komentar banyak kalangan, ketika ternyata Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Timah Tbk, Pertamina dan “induk” Perbankan”, “kejagoan” melakukan korupsi.

Tidak tanggung-tanggung, ratusan triliun uang negara, telah dikorupsi. Bahkan institusi kementerian pun ikut terlibat. Selain tiga yang sudah disebut diawal, kementerian komunikasi dan informatika juga ikut cicipi manisnya korupsi, pada proyek BTS 4G, yang merugian negara Rp. 8 Triliun.

Kemudian enam diatasnya sbb:

1. PT Dutapalma – Rp. 78 Triliun, mebyangkut pnyerobotan lahan.

2. TPPI – Rp 37,8 Triliun, terkait Kondensat yang dijual.

3. ASABRI – Rp 22,7 Triliun untuk pengelolaan Dana Investasi Bermasalah.

4. PT Jiwasraya– Rp 16,8 Triliun, Memanipulasi Laporan Keuangan.

5. PT. Musim Mas – Rp 12 Triliun, soal izin ekspor sawit mentah tapi bermasalah dan,

6. Garuda Indonesia – Rp 9,37 Triliun ketika pengadaan Pesawat CRJ)

Komentarpun bermunculan, menjempoli langkah pemerintah yang telah menemukan sumber kebocoran negara” dan kemudian mengungkapnya. Yang teranyar — baru-baru ini — korupsi ditubuh Pertamina yang dibongkar Kejagung RI.

Trik pemerintah, patut diapresiasi. Tanpa pandang dan “pilih bulu”, Presiden Prabowo Subianto memberi ruang gerak seluas-luasnya agar pelaku dan lembaga atau korporasi yang melakukan korupsi,  dibiarkan tabirnya terbuka. Dan korupsi ratusan triliun pun menempatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina, Perbankan serta korporasi lainnya yang terlibat, seperti yang sudah dipapar diawal. Memang ironi dan sungguh disayangkan, yang jadi pelopor korupsi di negeri ini, justru dilakoni lembaga, BUMN dan “induk perbankan”, yakni Bank Indonesia.

Lantas berapa besar korupsi PT. Timah Tbk? Ternyata mencapai angka Rp. 300 Triliun. Yang kedua, ditempati Pertamina sebesar Rp. 193,7 Triliun dan telah menyeret intelektual dadernya serta sejumlah konco, sebagai pendesain Pertalite oplosan menjadi Pertamax. Serta Bank Indonesia dengan nilai korupsi Rp. 138 Triliun. “Wah wah wah, sudah separah ini yang terjadi. Tapi patut kita apresiasi langkah tegas pemerintah,” komentar berbagai kalangan.

Melihat kenyataan diatas, banyak pihak menyatakan prihatin. Terbongkarnya skandal korupsi tersebut, justru berbarengan efiensi anggaran yang tengah digalakkan dari pusat hingga ke daerah.* cbn

img 20250803 wa0029
Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *