
Gambar atas dan bawah : Rangkaian gelar Wisuda ke 121 Universitas Tadulako

Untad kembali mewisuda 1.577 mahasiswa, yang berasal dari berbagai jurusan dan tingkatan. Mulai dari Program Doktor, Magister, Profesi, Sarjana dan Diploma.
Pelaksanaan rapat senat wisuda ini dibuka oleh Djayani Nurdin selaku Ketua Senat Universitas Tadulako didampingi Rektor Universitas Tadulako Amar serta Gubernur Rusdy Mastura dan seluruh Civitas Akademika Untad.
Dalam momentum yang berbahagia itu, Gubernur Rusdy Mastura mengucapkan selamat kepada para lulusan yang telah menyelesaikan studi di Universitas Tadulako.

Gubernur juga mengungkapkan, dengan diberlakukannya UU nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini telah menyiapkan beberapa sektor potensial untuk menjadi daerah penopang/penyanggah di Kalimantan.
Berkenaan hal tersebut, gubernur mengakui telah mengirimkan usulan Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah Berbasis Klaster Perwilayahan ke Pemerintah Pusat.
Usulan dimaksud bertujuan untuk mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tengah, Negeri Seribu Megalit.
Berdasarkan pendapatnya, Sulawesi Tengah merupakan daerah yang unik dan sangat kaya. Mengingat di daerah ini terdapat 8 jenis tambang, termasuk nikel. Namun hal itu, belum sepenuhnya memberikan kontribusi yang signifikan untuk kemajuan pembangunan daerah.
Untuk itu, dalam rangka meningkatkan fiskal daerah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan menggandeng Universitas Tadulako untuk menghitung Dana Bagi Hasil (DBH) di sektor industri agar dilaporkan ke Presiden RI melalui Kementerian Keuangan.
“Mari kita bersama-sama membangun Sulawesi Tengah,” pungkas Gubernur mengajak.
Rektor Universitas Tadulako Amar berpesan agar para alumni membuat langkah perubahan yang lebih baik dan maju.

Turut hadir, Unsur Forkopimda, Karo Adpim Eddy Lesnusa, anggota DPRD Prov. Sulteng dan orang tua wisudawan.* biro adpim – jy




