Atas : H. Erwin Burase, S.Kom
Parigi Moutong, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Tata kelola pemerintahan dengan fokus pada perbaikan birokrasi dan lingkupnya serta tertib admindtrasi, menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), kedepan. Ini dalam upaya menyelaraskan visi misi sebagai janji politik yang sudah berjalan dengan sejumlah progres telah dicapai — setidaknya sebagian — dapat dilihat pada program “100 Hari Kerja” pasangan Erwin – Sahid.
Demikian Bupati Parimo H. Erwin Burase, S.Kom kepada CBN baru-baru ini. Bahwa semua rencana baik, Insyaallah berjalan dengan sukses diawal hingga akhir. “Ya, kita baru mempelajari semua,” kata Erwin. Menurutnya, banyak hal yang perlu dibenahi, sehingga program yang sudah diplan bisa berjalan dengan sukses.
Berbagai kalangan menilai, saat ini Bupati Parimo lagi mencoba menyebangunkan program Gubernur Sulteng H. Anwar Hafid dengan 9 Berani, sehingga nantinya antara visi Transformasi Parigi Moutong sebagai wilayah pertanian dan pariwisata yang unggul dan mju melalui gerakan membangun (Gerbang) Desaku, menuju masyarakat madani dan mandiri tahun 2025 – 2030, akan seperti “mur dan baut” dengan visi misi Pemprov Sulteng. Visi Pemkab Parimo sendiri, juga dikenal dengan “Membangun Dari Desa” ditopang 5 misi inovatifnya. Misi misi inilah menurut spekulasi pengamat pembangunan daerah akan disenyawakan Erwinm dengan Program “9 Barani” Bunernur Anwar Hafid. Sesuai visi daerah Sulteng yakni : Berani mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai wilayah pertanian dan industri yang maju dan berkelanjutan, dengan 9 Misi Beraninya itu.
Lantas, jika mau mengevaluasi sejauh mana keberhasilan mengaplikasi visi – misi Erwin Sahid dalam program 100 Hari Kerjanya? Saat ini sudah bisa dilihat. Gambaran beperapa poin tersebut dipapar Erwin misalnya :
1. Dibidang pendidikan nyatanya sudah berjalan sesuai janji kampanye. Salah satunya, yakni pembagian seragam sekolah gratis.
2. Demikian juga untuk kesehatan gratis, juga sudah berjalan. Masyarakat dapat berobat tanpa kendala.
3. Pembagian gas 3 Kg juga sesuai yang direncanakan. Lancar.
4. Pemberatasan ilegal mining, juga sudah diprotek dengan pembentukan Tim dan Satgas. Cuma tentu stepmby step. Sebab kata Erwin tidak semudah membalik telapak tangan untuk menghentikan aktivitas yang sudah berjalan lama. Mereka (para petambang ilegal – red) , sudah puluhan tahun — jika boleh diistilahkan — sejak nenek moyang dulu, penambang ilegal sudah ada. “Jadi tidak semudah berucap dan segampang yang kita bayangkan. Apalagi disitu sudah ada keterlibatan masyarakat,” ujar Erwin. Maka itu harus ikut dipikirkan. Karena ada masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari situ. “Ini masalah perut. Mereka menyekolahkan anaknya dari situ dan dari kebutuhan sehari-hari dari hasil itu juga,” tutur Bupati.
Tapi semua sudah berjalan, terkait penertiban dan sebagainya. “Jadi, kita tunggu saja,” tukas Bupati Parimo Erwin Burase.* jay




