H. Muhidin Mohamad Said Soal Jalan Ganda-ganda – Lambolo: Ini Pesannya!

Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Kesan tak acuhnya pihak provinsi bagai tak lagi memberikan perhatian terhadap kelanjutan penanganan kurang lebih 15 Km poros jalan Kolonedale – Lambolo – Tambayoli (batas Gunung Bangkele -red), belum final. Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Morowali Utara (Morut) dari arah Kolonedale, tembus ke Desa Tayawa, di Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) atau sebaliknya, kini nampak mulai rusak. Tanda-tanda mengarah ke parah, sudah muncul.

Anggota Komisi XI DPR RI H. Muhidin Mohamad Said, SE, MBA yang hadir di Palu dalam rangka reses ke Dapil Sulteng, diminta CBN komentarnya Minggu (23/4) malam di kediamannya Jl. Tolambu, Palu Barat. Muhidin angkat bicara menyampaikan penilaian dan pesan-pesannya.
Kendatipun kata dia bukan lagi duduk di Komisi V, tapi ini soal daerah dan kepedulian yang melekat.

Menurutnya, sungguh butuh peran dan sikap proaktif anggota dewan asal Dapil setempat, terkait wilayah yang dilalui ruas tersebut. Mestinya tegas mantan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, dewan dipilih rakyat, tidak hanya diam dan membiarkan uneg-uneg atau protes rakyat yang diwakilinya. Nah, jika keluhan menyoal jalan rusak dari Ganda-ganda – Lambolo – Tambayoli (batas Gunung Bangkele -red), harusnya anggota dewan di Dapil itu yang proaktif. “Jangan berhenti memperjuangkan anggaran sehingga jalan tersebut bisa diaspal. Tidak boleh hanya diam dan membiarkan poros itu selalu menjadi keluhan masyarakat,” tegas H. Muhidin Moh Said yang reses, bertepatan Momen Hari Raya Idul Fitri.

Di Idul Fitri hari kedua malan, tampak Arifin Sunusi dan sejumlah kalangan yang datang. Banyak relasi Muhidin yang telah duluan hadir, terlibat perbincangan sebelum CBN bergabung. Para simpatisan beberapa desa, pun tamu umum dari seputaran Kota Palu. Terlihat pula disitu, Liliana Muhidin Said bebaur dan sibuk menerima tamu-tamunya.
Malam itu tersaji dimeja penganan, hidangan Roti Maryam dan Kari Ayam kuah panas ikut, menghangatkan suasana yang akrab.

Seperti sudah puluhan kali diberita yang CBN tayangkan — beberapa waktu lalu — sepanjang 15 Km ruas itu ditimbun perkerasan oleh tujuh perusahaan tambang pada beberapa titik. Ketujuh perusahaan yang bahu-membahu, yakni PT COR, MPR, SSP, SPS, Tri Nusa, Suryamindo dan PT Hoffmen International.

Tapi sayang, kini jalan tanah berkerikil batu dan pada titik tertentu berkubang lumour saat hujan, kembali rusak tergerus air hujan. Kondisinya kian diperparah karena menerima tekanan gandaran yang berat dilintasi Dump Truck jungkit besar saat melakukan hauling dari arah bukit ke Jetty. Belum lagi alat-alat berat perusahaan seperti Exavator, Buldozer dan Loader ikut melindas ketika melintas.

“Capek pak. Capeeek. Tapi mau diapa. Jalan yang beberapa waktu lalu ditimbun tujuh perusahaan itu, kini sudah rusak lagi. Sementara masyarakat saya kembali teriak-teriak,” ungkap Kades Ganda-ganda Haerudin Aziz baru-baru ini kepada CBN.

Sebelumnya, Camat Petasia Novrianto Najamudin, SE kepada CBN juga menyampaikan kegundahan hatinya, soal ruas yang menjadi tanggung jawab provinsi. Kini kembali dikeluhkan warganya dan para pelintas. “Ya kasihan masyarakat saya dan pengguna umum jalan itu. Seperti yang diungkap Kades Ganda-ganda, betul tidak salah. Ia mewakili suara masyarakat Morut, khususnya pengguna jalan yang setiap hari melewatinya,” ungkap Camat Novrianto yang selalu proaktif memperjuangkan pengaspalan jalan.lewat loby-loby ke Pemda, instansi terkait dan ke provinsi.

Kembali ke Haerudin. Menurutnya seperti yang disinggung camat, telah muncul lagi desakan-desakan dari warga tentang kapan turun anggaran provinsi untuk ruas Ganda-ganda – Lambolo – Tambayoli (batas Gunung Bangkele?). Jika tidak, mereka akan melakukan aksi lagi seperti pemalangan dan — mungkin — penutupan ruas. “Maka dengan sangat terpaksa dan demi tuntutan masyarakat, saya berinisiatif untuk terjun ke lokasi dalam penimbunan titik-titik di Lambolo yang mulai parah,” papar Haerudin.

Haerudin menambahkan, sudah cukup upayanya bersama Camat untuk meminta. Bahkan tak terhitung lagi permohonan. Tidak sekadar lisan, lembaran tertulispun sudah dilayangkan ke instansi terkait kabupaten hingga provinsi. Bahkan sebelumnya, Pemda Morut dalam hal ini bupati dan jajaran DPRD-nya ditataran pimpinan, telah memediasikan persoalan ruas Lambolo, hingga terjadi kesepakatan dengan wakil tokoh masyarakat dan ketujuh perusahaan. “Jalan itu ditimbun. Tapi kini jalan tersebut rusak kembali karena tergerus hujan dan dilalui alat-alat berat perusahaan,” beber Haerudin Aziz.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *