Silae, Palu (Sulteng) – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Halal Bihalal Besar 1443 H/2022 M Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sukses digelar, di Ball Room Swisbell Hotel, Sabtu, (21/5) malam.
Acara yang dilabeli tema Lebaran Burasa disingkat Lebur, dihadiri Wakil Walikota Palu dr Reny Lamadjido, SpPK, MKes. Juga, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, Camat Ulujadi Amsar SSos, unsur Muspika Ulujadi, para lurah, RW dan RT di Kelurahan Silae, serta elemen masyarakat pun para warga yang datang tumplek bleg.
Lebur sendiri yang oleh penggagasnya Ir Dharma Gunawan — mantan pejabat teras Pemkot Palu — mengandung makna, agar dapat melebur hati warga menjadi satu dalam bingkai keakraban, persaudaraan dan kekeluargaan. Sekaligus pula melebur semua kesalahan selama ini baik disengaja, maupun tidak.
Dipandu Syaril dengan apik, acara diawali pembacaan doa oleh Taha Hasan, SAg, imam Masjid Kelurahan Kabonena.
Gawean kekelurgaan Lebur tersebut juga dilanjutkan dengan lantunan ayat-ayat suci Alqur’an oleh mantan Qori’ah Internasional Hj Masriah Abdulgani yang menghipnotis kalbu hadirin. Masyaallah …
Muh Shafaad, SSos, MSi — Lurah Silae — selaku tuan rumah, menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Wawalkot Reny Lamadjido yang telah berkenan hadir. Pula kepada para ketua adat se-Kelurahan Silae serta penghargaan sedalamnya pada semua hadirin yang telah mempatkan waktunya. Gawean sendiri sebut Shafaad, bertujuan menjalin keakraban warga sekelurahan Silae dan sekitarnya dalam warna yang rukun dan damai.
Menurut Lurah Shafaad, acara tersebut diadakan dengan melayangkan 1.000 undangan. Didepan kata Shafaad, ada agenda utama untuk Kota Palu dan sudah dimulai yakni, menata Palu menuju Adipura tahun 2023. Dalam kaitan itu sebut Shafaad, ia menganggarkan Rp. 20 juta perkelurahan untuk lomba kebersihan tingkat RT. Sekali lagi ungkap Shafaad, guna mendukung suksesnya program Walikota Palu H Hadianto Rasyid, SE untuk meraih Adipura seperti yang sudah dipapar diawal. “Untuk itu mari jaga kebersihan untuk dibudayakan,” ajak Shafaad.
Nampak beberapa tokoh masyarakat yang hadir diacara tersebut, seperti Ir Dharma Gunawan sang penggagas “Lebur”. Ada pula Ketua Ombudsman Sulteng H Sofyan Farid Lembah dan Kastu Sinanang.
Wawali Kota Palu dr Reny Lamadjido sangat mengapresiasi kekompakan warga Silae. Bahkan mengatakan jika dalam lomba pastilah Kelurahan Silae memenangkannya lantaran kekompakan itu. Reny juga menitip pesan untuk seluruh warga Kota Palu — khususnya di Kelurahan Silae — supaya terus menjaga kebersihan dan kondisi itu harus dipertahankan sepanjang masa. Tidak hanya karena mengejar predikat Adipura, sebagai lambang supremasi kota bersih di Indonesia. “Saya sangat mengapresiasi digelarnya acara Lebur Silae, seperti juga Lebaran Mandura di Kelurahan Baru dan Lebaran Ketupat di Kelurahan Besusu. “Yang pasti, dikesemparan ini saya memohon dukungan penuh masyarakat atas program-program Pemkot Palu, terutama menjaga dan meningkatkan kebersihan dalam rangka memperoleh Piala Adipura.
Pembawa ceramah halal bi halal dicara tersebut yakni Drs Hamzah Rudji yang demikian mantap “membedahnya”. Hamzah Rudji, selain aktif ceramah, dikenal merupakan sebagai salah satu seniman Sulteng yang terkenal dengan novel berjudul “Cinta Ditengah Likuifaksi”.
Halal bihalal diterangkan Hamzah yakni — salah satunya —
mencairkan yang beku, untuk menjalin kerekatan silaturahmi.* jay













