HNSI Kota Pangkalpinang Desak Penanganan Serius Masalah Sedimentasi Alur Sungai Rangkui

CBN, PANGKALPINANG – Masalah pendangkalan atau sedimentasi di sejumlah alur sungai di wilayah Kota Pangkalpinang kini menjadi perhatian serius dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pangkalpinang.Kondisi ini dinilai kian memprihatinkan dan berdampak langsung pada produktivitas serta keselamatan para nelayan yang ada di kota pangkal pinang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua HNSI Kota Pangkalpinang Asnam Basuri di Warkop Tepi Sungai,Opas Indah, kecamatan Taman sari ,3/5/2026

“Sedimentasi di alur sungai yang menjadi jalur keluar-masuk kapal nelayan telah membatasi akses transportasi laut secara signifikan. Akibatnya, para nelayan terpaksa menunggu air laut pasang hanya untuk melaut atau kembali ke dermaga guna membongkar hasil tangkapan.” Paparnya 

Lanjutnya,Masalah sedimentasi ini bukan perkara sepele.Selain menghambat waktu operasional nelayan,kondisi alur yang dangkal juga berisiko merusak lambung kapal dan mesin jika kandas.Kami meminta pemerintah daerah memberikan perhatian ekstra dan solusi jangka panjang..

Menurut Asnam, titik terparah berada di sepanjang Sungai Rangkui yang merupakan urat nadi aktivitas sektor perikanan di Pangkalpinang. Akibat penumpukan lumpur dan sampah yang kian meningkat setiap tahun, pendalaman alur sungai menjadi kebutuhan mendesak bagi para nelayan yang tidak bisa ditunda lagi.

“Pihaknya berharap terjalin koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, serta instansi terkait untuk segera melakukan pendalaman secara berkala.” 

“Nelayan kita sudah cukup kesulitan dengan biaya logistik dan cuaca yang tidak menentu. Jangan sampai ditambah lagi dengan kendala infrastruktur alur sungai yang tidak memadai.Kami berharap aksi nyata segera dilakukan demi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan nelayan pesisir,”ujarnya 

HNSI berharap adanya perhatian serius pihak legislatif dan eksekutif untuk mendorong percepatan normalisasi pendalaman alur sungai Rangkui demi kelancaran aktivitas kapal nelayan di kota pangkal pinang provinsi Bangka Belitung.pungkasnya. ( Red CBN )

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *