Situbondo, CBN – Gubernur Jawa Timur, yakni Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa, saat ini, Pemprov Jatim memiliki 6 Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang bertugas untuk melakukan penguatan kemampuan bagi penyandang disabilitas.
Saat Beliau menghadiri kegiatan Temu Inklusi Nasional ke-5, tepatnya di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’yah Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Beliau menyampaikan visinya.
“Kami akan terus berupaya untuk membentuk strong partnership, dalam rangka memberikan kebutuhan khusus secara detail, kepada para difabel,” ungkapnya pada hari Selasa (01/08/2023).
Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah mengungkapkan komitmennya dalam memprioritaskan kesamaan hak dan derajat bagi penyandang disabilitas. Beliau berharap, pertemuan tersebut dapat meningkatkan nilai-nilai inklusi di Indonesia, yang mana, kita semua tahu bahwa, Indonesia memiliki keragaman budaya, suku, agama, bahasa, kondisi geografis, ekonomi, fisik, mental, serta intelektual.
Gubernur Khofifah, dalam kegiatannya mengatakan, “Satu hal yang harus kita tahu, inklusifitas menjadi salah satu fokus utama saya, ketika masih menjabat sebagai Pimpinan Komisi VIII DPR RI. Saya masih ingat, ketika saya ikut membahas perumusan undang-undang tentang penyandang disabilitas.”
Tak hanya itu, Beliau juga menyampaikan pengalamannya ketika menjabat sebagai Menteri Sosial RI yang menjadi leading dari sektor Undang-Undang No. 8 Tahun 2016. Ia berpendapat bahwa, Undang-Undang tersebut telah mengubah paradigma charity menjadi human right terhadap para difabel. Hal ini dipertegas melalui ucapannya.
“Menurut saya, Undang-Undang tersebut telah mengubah paradigma di dalam masyarakat kita. Paradigma yang semula terpaut pada belas kasih, bantuan, dan juga iba, berubah menjadi hak asasi manusia seutuhnya. Dan hal itu menunjukkan bahwa, kita semua, manusia yang ada di bumi ini, memiliki hak dan peluang yang sama dalam segala sektor di negeri ini. Dan saya rasa, perubahan itu membawa dampak positif bagi kita semua, khususnya bagi penyandang disabilitas,” ucapnya.
Tak tanggung-tanggung, Gubernur Khofifah juga mengatakan bahwa, semua warga di negeri ini harus mendapatkan kesempatan yang sama, baik yang berada dalam keadaan normal, maupun penyandang disabilitas.
“Bagi saya, pertemuan inklusi ini menjadi kegiatan penting untuk mengingatkan kita bahwa, ada masyarakat yang masih harus didorong kesejahterannya. Hal ini menjadi salah satu fokus utama agar nantinya, mereka mendapatkan kesetaraan hak dan derajat yang sama, baik di depan hukum, maupun masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, terdapat program live in, yang mana, difabel dari seluruh Indonesia, tinggal bersama dengan warga desa selama 4 hari. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 31 Juli, hingga tanggal 2 Agustus 2023. Acara tersebut diikuti oleh 600 orang lebih peserta difabel. Seluruh peserta yang hadir, terlihat antusias menghadiri kegiatan ini. Tak hanya itu, mereka-mereka yang hadir dalam kegiatan tersebut, menjadikan momen ini sebagai momen berharga dalam hidup mereka.
R.A – CBN




