Ampibabo, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Menata manajemen pelayanan Mapolsek Ampibabo menjadi simpel, ramah, humanis dan bersahaja. Mempercantik wajah kesatuan dengan pembuatan lapangan apel, serta teras tunggu dan kursinya, bagi anggota masyarakat yang ingin melaporkan madalahnya. Membentuk pesonel andal dan tanggap dalam jajaran, namun tetap bersahabat serta dekat dengan masyarakat.
Kurang lebih tujuh bulan berjalan, itu diterapkan Ipda Zulham Abdillah dalam sistem kerja Mapolsek Ampibabo. Alhamdulillah telah kelihatan hasilnya. Mengupayakan
masalah bisa diselesaikan ditingkat Polsek, tak lagi harus diteruskan keatas.
Kepada CBN yang baru-baru ini menemuinya, Zulham bercerita. Bahwa dia berusaha meminimalisasi persoalan hukum diwilayah kerjanya. Termasuk masalah Pekat atau penyakit masyarakat terkait premanisme, judi dan narkoba. “Saya menggalang soliditas dengan Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, untuk sama-sana menjaga Kamtibmas dan membangun Kecamatan Ampibabo dan desa-desanya,” ungkap Zulham Abdillah.
Zulham menggambarkan, wilayah hukum Polsek Ampibabo membawahi tiga Kecamatan. Siniu di Selatan, ditengah Kecamaran Ampibabo dan sebelah Utara ada Kecamatan Toribulu.
Ditiga kecamatan, ada 37 desa. Kekuatan anggota yang seharusnya 56 orang, hanya 28 orang sudah termasuk Kapolsek. Jumlah yang sebetulnya tidak ideal untuk mengkaver wilayah yang cukup luas. Tapi yang namanya tugas menjalankan amanah serta perintah pimpinan, tetap dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Seperti menciptakan Kamtibmas yang kondusif lintas Forkopimcam. “Alhamdulillah lebih kurang tujuh bulan bertugas di wilayah hukum Polsek Ampibabo — terkait Kamtibmas — bisa kami atasi dengan baik,” ungkap Zulham.
Bagaimana dengan program-program pimpinan Polri? Akhir-akhir ini kata Zulham, jajarannya melaksanakan Quick Wins. Yakni memberikan percepatan pelayanan. Seperti pelaporan masyarakat dilayani dengan cepat dengan Strong Point atau mengoptimalkan kegiatan pelayanan kepolisian. Salah satunya — seperti yang telah dilakukan selama ini — menempatkan setiap Bhabinkamtibmas di desa. Mengatur lalu lintas, membantu anak sekolah menyeberang jalan dan lain-lain. Semua itu, adalah wujud pengoptimalan pelayanan.

Menurut Ipda Zulham, jajarannya juga terus menerus melakukan operasi pekat — seperti sudah dipapar diawal — seperti judi dan narkoba. “Misalnya narkoba, untuk yuridiksi Polres Parigi Moutong, maka Polsek Ampibabo tercatat terbanyak mengungkap kasus narkoba. Syukurlah, masyarakat sudah pada patuh sebagian terkait masalah hukum,” papar Zulham Abdillah.
Tercatat sebut Zulham, ada lima kasus narkoba. Dua kasus judi yang ditangani dan diungkap sebagai penanganan awal. Untuk proses lebih lanjut di Polres. Kemuduan judi kupon putih online dua kasus, sementara dalam proses penyidikan. Kendati untuk pengembangan kasus, harus ke Makassar untuk meminta saksi ahli dan penelusuran bandarnya
Bagaimana trend kemesraan antara Polri-TNI dan bagaimana implementasi 16 perintah Kapolri?
Patut disyukuri sebut Zulman lagi, hubungan yang terbina dengan TNI — khususnya di Polsek Ampibabo —
mesra-mesra saja. Kendati personel Pos Ramil yang beranggotakan lima orang. Setiap malam Minggu menggelar operasi bersama dengan mengundang satu, dua orang personel TNI. Juga setiap ada kegiatan apa saja di desa, pasti dilakukan bersama untuk menjaga situasi keamanan wilayah hukum Ampibabo.
Pola penyampaian pesan-pesan Kamtibmas tambah Zulham Abdillah, selalu disisipkan pada setiap kegiatan. Hingga dimomen sholat Jumat pun, dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan Kamtibmas dan pesan-pesan hukum dan stabilitas.

Zulman meminta masyarakat untuk membantu polisi. Bagaimana agar situasi kondusif, aman, tertib dan damai dapat dijaga bersama. Artinya masyarakat bisa bersinergi baik dengan kepolisian. “Disini, kami juga ingin berkembang dengan masyarakat yang memiliki pemikiran cerdas, sehingga sama-sama bisa membawa kampung dan kecamatan Ampibabo lebih baik lagi kedepan,” tukas Zulham.
Zulham berilutrasi, dulunya kesan Ampibabo adalah momok, saat seseorang akan ditugaskan. Mengapa? Dianggap Ampibabo sebagai tempat “pembuangan”. Itu bukan tidak beralasan. Sebab, dulu-dulunya sering terjadi
Insiden Tarkam (antar kampung -red). Panah busur-menbusur. Syukurlah selama bertugas di Ampibabo ujar Zulham, warna itu sudah tidak ada lagi. Ini berkat bantuan semua pihak inklud masyarakat dan unsur-unsur didalamnya.

Dalam menjalankan tugas, Zulham selalu menyampaikan disetiap kesempatan, untuk dikoreksi bila ada yang perlu dalam kinerja Polsek Ampibabo dan jajarannya. Mulai dari Kapolsek hingga anggota kebawah secara berjenjang. Apalagi jika terkait pelayanan yang kurang. Ruangan dan asrama Polsek Ampibabo, terbuka buat masyarakat dalam 1 X 24 jam. “Lapor ke saya jika itu merupakan kekurang maksimalan anggota mengakomodadi kepentingan masyarakat.
Langkah Zulham, juga mengapresiasi arahan pimpinan untuk merubah profil polisi menjadi sosok-sosok humanis,” terang perwira ramah satu balak ini.
Pesan dan arahan pimpinan sudah jelas. Tinggal bagaimana menerjemahkan dan menjalankannya.
Antara lain, layani masyarakat sebaik-baiknya. Jangan sampai ketika pulang, masyarakat tidak bisa senyum. Bagaimana kesan yang baik dimata masyarakat bisa dibawanya pulang dan tersampaikan ke masyarakat lainnya.* Mantap!* jay





