Dianggap Lalai dalam Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat,Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP)Berencana Laporkan Personil Polsek Porong Ke Paminal Propam Polda Jawa Timur

CBN, Porong – Jatim – Dalam melaksanakan tugas pokok jurnalistik di lapangan, ditemukan kelalaian pengawasan yang dilakukan Aparat Penegak Hukum, dimana terlihat maraknya aksi balapan liar yang di pertontonkan oleh sekelompok anak muda di Wilayah Hukum Polsek Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 12/05- 2023. Tengah malam.

Berdasarkan hasil pantauan awak media bersama Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP). mendapatkan aksi balapan liar yang dilakukan sekelompok anak muda hingga sampai menutup jalan Utama Porong dan menganggu ketertiban dan kenyamanan para penguna jalan.
Kejadian aksi balap liar tersebut sempat terekam oleh dan di bubarkan oleh masyarakat bersama Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah
(LP2KP)bahkan sempat langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Porong.

Kepada awak media perwakilan Organisasi Masyarakat Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah
(LP2KP) menyampaikan bahwa aksi balapan liar yang di lakukan sekelompok anak muda tersebut sangat meresahkan dan menganggu aktifitas penguna jalan lain.

Kemudian perwakilan dr Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) melaporkan hal ini ke pihak berwewenang di SPKT Polsek Porong, namun sangat disayangkan tidak ditemukan satupun petugas piket di SPKT Polsek Porong, bahkan terlihat pintu pagar utama masuk Polsek tertutup rapat bahkan lebih mirisnya lagi LAMPU YANG MENJADI PENERANGAN didalam SPKT Tidak menyala alias gelap gulita.

“ Kami sangat menyesalkan kurangnya pengawasan dari Polsek Porong terkait aksi balapan anak muda di jalan utama Porong, lebih miris lagi saat kami hendak melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Porong, kami tidak menemukan adanya petugas piket, karena suasana Polsek terlihat gelap gulita bahkan pagarnya tertutup rapat, juga Bell yang ada di depan pintu pagar tidak berfungsi,” ujar salah satu perwakilan dari Lembaga (LP2KP)kepada awak media.

Dengan perasaan kecewa, perwakilan organisasi masyarakat LP2KP memutuskan untuk pulang dan akan kembali besok siangnya.

Pada siang, sabtu, 13/05-2023, menurut penjelasan perwakilan Lembaga (LP2KP)bahwa maksud dan tujuan mereka kembali mendatangi Polsek Porong untuk menemui Kapolsek Porong hendak melaporkan sekaligus mengkonfirmasi terkait situasi dan kondisi Polsek pada malam hari sebelumnya yang telihat gelap gulita seperti tidak menampakkan adanya tanda – tanda kehidupan, namun lagi – lagi tidak beruntung karena Kapolsek yang dimaksud tidak berada di tempat menurut keterangan personil piket saat itu.

Karena Kapolsek tidak berada di tempat, Perwakilan dr Lembaga (LP2KP)akhirnya menjelaskan maksud mereka kepada petugas piket.
Lagi – lagi jawaban yang disampaikan oleh petugas piket saat itu mengecewakan dan bertentangan dengan Fakta sebenarnya yang terjadi semalam.
Dikatakan petugas piket bahwa semalam mereka sedang melakukan patroli aksi balap liar dan berkeliling dan ada petugas piket malam itu.

“ semalam Personil melakukan patroli keliling aksi balap liar, dan ada petugas piket malam itu,” ujar Petugas piket.

Adanya keterangan yang bertolak belakang dengan fakta sebenarnya, perwakilan dari Lembaga(LP2KP)
membeberkan kembali bahwa yang diketahui dan dilihat dilapangan dari team (LP2KP)tidak ada satupun personil yang jaga,kalaupun ada yang jaga otomatis dari pihak kepolisian keluar dan menuju pintu gerbang untuk dibukakan pintu gerbangnya,dari team LP2KP melihat monitor CCTV posisi ada didepan tempat piket jaga terpantau CCTV mengarah ke gerbang utama dan kelihatan jelas kenapa kalau ada personil yang piket jaga gak ada yang keluar satupun, bell pintu gerbang pun setelah dicek dari team LP2KP bellnya tidak berfungsi melainkan cuma tempelan saja karena tidak bisa berbunyi setelah dicros cek.

Medapatkan kenyataan yang diluar nalar, Tim LP2KP berencana akan menindaki persoalan ini ke Paminal Propam Polres atau Polda Jawa Timur agar kelalaian seperti ini tidak boleh terulang kembali.

Karena Polisi sebagai pengayom dan pelayanan masyarakat tidak terpatri dalam tugas yang dilakukan personil Polsek Porong, mereka terkesan menutup – nutupi fakta yang sebenarnya. ( Candra CBN )

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *