Kontraktor Pelaksana Bambuan Masih Diberi Kesempatan Tuntaskan Tanggung Jawabnya

Atas : PPK I.3 Wilayah I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, Ari Subadra ST, MT

Tolitoli, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Pada saatnya nanti, titik Bambuan sepanjang 3,1 Km itu tetap akan mantap dilalui. Kalaupun Bambuan harus dikerjakan dimasa denda, kontraktor pelaksananya PT. Anugrah Karya Agra Sentosa (AKAS), diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Masa denda juga ada batasannya. Pertama 50 hari dan jika belum selesai, masih ada kesempatan si pelaksana dengan dispensasi waktu 90 hari. Namun, apabila tidak selesai juga, sesuai dengan SOP dan aturan, berlakulah putus kontrak. Tahun 2022 lalu, paket penanganan untuk ruas Batas Kota Tolitoli dan Silondou ini di kerjakan oleh PT AKAS dengan total nilai kontrak sebesar Rp243,230.412.300 yang berumber dari APBN SBSN tahun anggaran 2022-2024.

Demikian PPK I.3 Wilayah I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, Ari Subadra ST, MT kepada CBN baru-baru ini, seputar pertanyaan yang mengemuka dari berbagai kalangan, “Kapan Bambuan selesai?”

screenshot 20241222 065124 1
screenshot 1

Bahwa titik Bambuan masuk dalam penanganan ruas Silondou Batas Kota Tolitoli – Lingadan yang menjadi tanggung jawab PPK 1.3 Wilayah I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng.

Yang jelas, BPJN Sulteng berkomitmen akan terus menyelesaikan ruas tersebut — terutama titik Bambuan — sesuai plan dan progres ditengah cuaca tak menentu yang kadang diselingi luapan banjir.

Ari menggambarkan, di Bambuan memang tanahnya lunak. Maka penanganannya harus dengan cara dan teknik tersendiri, tanpa merubah desain kontrak. Selain meninggikan badan jalan, tujuannya supaya jalan tidak akan tergenang air dan bisa terhindar dari hantaman banjir seperti waktu-waktu sebelumnya. Melakukan penimbunan Bambuan tidak serta merta langsung jadi. Ia dilaksanakan bertahap. Setelah itu dipadatkan dulu. Begitu padat, dibiarkan dulu untuk menangani yang lain. Lantas tiba-tiba dilebur oleh hujan dengan seketika hancur kembali. Saat pembenahan itu, arus kendaraan pelintas juga harus diatur bahkan sesekali dilakukan dievakuasi untuk kendaraan yang terjebak. Jadi tidak segampang membalik telapak tangan dan seraya mengucap “Sim Salabim”. “Memang kami akui, kadang-kadang masyarakat jenuh dan pasti pertanyaannya itu-itu lagi, “Kapan Bambuan selesai?” tutur Ari.

screenshot 20241020 013232 1
screenshot 2 

Sebetulnya masyarakat saat ini diuntungkan. Kendati hujan atau becek, tapi Bambuan, masih bisa dilewati. Bahkan jika kondisi banjir, pelintas masih bisa lewat di atas timbunan yang sudah ditinggikan.

Bahwa wacana melibatkan Dinas Cipta Karya Daerah (Cikasda) bahkan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III seperti yang ditanyakan CBN jelas Ari, tidak ada salahnya. Sebab, dari lokasi Bambuan sekitar 15 KM ke hulu sungai yang mengarah ke Sungai Janja dan Bambuan, ada tanggul yang jebol. Sumber CBN di Tolitoli membenarkan itu. “Tanggul inilah yang harus dibenahi, agar di musim hujan airnya yang turun ke Bambuan, bisa dikendalikan dan sirkulasi air dapat diatur saat gorong-gorong atau box culvert juga sudah terpasang,” sebut sumber. Seperti pengakuan sumber tadi menurut Ari, disinilah bisa melibatkan pihak lain, seperti Cikasda Sulteng, serta pihak BWSS III. Sumber menambahkan, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) lah, tepat mengundang Cikasda dan BWSS III untuk sama-sama membicarakan masalah pembenahan tanggul yang jebol di hulu.

Di bawah konstruksi Bambuan lanjut Ari,
akan dipasang 7 gorong- gorong atau box culvert yang akan ditempat lain di tujuh titik. Sekali lagi, ini guna memudahkan nantinya sirkulasi air. Dari 7 box culvert tersebut, enam yang berukuran 2X2 meter dan satu ukurannya 6X4 meter yang akan diposisikan di ujung Bambuan ke arah Tolitoli.

Nanti tuturnya, pada final pekerjaan dan titik Bambuan rampung, badan jalan akan ditinggikan hingga 14 meter dengan aspal hotmix yang sebelumnya sudah dilapisi LP A dan LP B di atas timbunan berlapis.

“Yang pasti seperti yang dikatakan sumber bahwa tanggul roboh di hulu sungai, harus diperbaiki kembali. Dengan kondisi jebol, air yang mengalir ke Bambuan sewaktu-waktu bisa menjadi momok seperti kejadian banjir belum lama ini.

Kepala BPJN Wilayah Sulawesi Tengah, Dedi Muradi, ST, MT, sudah pula menjelaskan dihadapan Komisi II DPRD Sulteng saat diundang untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP). Perbaikan ruas jalan di kawasan Bambuan kata Kabalai, memerlukan metode dan penanganan khusus. Mengingat, kondisi lingkungan di Bambuan dengan risiko banjir sewaktu-waktu.

Jika kemarin ada mobil yang diapload di face book sampai tenggelam di sebelah kanan Bambuan dari arah Palu, itu karena mobil ini tidak sabaran melambung hingga jeblos ke kanan. Padahal ada jalan yang sudah disiapkan bisa dilewati di sebelah kiri. Mobil ini tidak sabar, melambung malah ke air yang dalam dan terseret air. “Tapi kan kemudian ditolong dan langsung dievakuasi dengan sigap,” tutup Ari.

Dalam.catatan CBN, tahun 2022 lalu paket penanganan untuk ruas Batas Kota Tolitoli dan Silondou ini di kerjakan oleh PT Anugerah Karya Agra Sentosa atau AKAS dengan total nilai kontrak sebesar Rp243,230.412.300 yang berumber dari APBN SBSN tahun anggaran 2022-2024.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *