
Misalnya, seperti sejumlah infrastruktur jalan tani, pembangunan saluran sekunder hingga tersier, serta pemenuhan kebutuhan Alat-alat dan mesin pertanian (Alsintan). Saking banyaknya itu, bahkan tidak tidak lagi bisa dihitung satu-satu. Tak cukup pula sepuluh jari tangan ditambah sepuluh pula jari kaki mengali tambahnya.
Misalnya, pembangunan jalan tani dengan anggara Rp. 9,3 Miliar, di 28 titik dari Touna Darat hingga ke Kepulauan yang nilai anggarannya kurang lebih Rp. 180-an juta persatu ruas. Juga, pembangunan saluran irigasi sekunder dan tersier dengan pola swakelola. Tahun lalu saluran-saluran itu dibangun di Desa Uekuli dan Desa Tayawa. Anggaran Rp. 193-an juta persaluran.
Menyinggung permintaan masyarakat di Dapilnya tukas Makmur, juga terbanyak berharap dibantu dengan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Dan itu sudah direalisasi.
Ya, ini baru satu sisi saja yang dibahas, belum macam.bantuan lain. Tidak akan cukup halaman handphone untuk menguliknya. Itulah yang diungkap politisi Golkar yang juga anggota legislatif (Aleg) Partai Golkar DPRD Touna Dapil III Ulubongka, Tojo dan Tojo Barat, Makmur Amudaiya.
Apa kata Makmur? Ya. Yang ia ungkap adalah fakta. Realita yang azas manfaat terbesarnya sudah dirasakan masyarakat Dapil III.
Kepada CBN, Jumat (15/9/2023) petang, Makmur Amudaiya membeber referensi yang sudah tercurah dalam bentuk anggaran pembangunan ke Dapilnya. Bahwa Partai Golkar — sekali lagi — begitu peduli terhadap pembangunan daerah hingga ke tataran terbawah, demi kemaslahatan rakyat dan majunya Dapil III. Itu sebab, kue pembangunan yang “dibagi” ke Touna selama ini tambah Makmur, sudah masuk hingga ke desa-desa. “Lihatlah misalnya irigasi, jalan-jan tani di wilayah Ulubongka, Tojo dan Tojo Barat serta ke wilayah pulau, adalah bukti nyata Golkar berbuat untuk dan demi kebutuhan rakyatnya ” ungkap Makmur Amudaiya. Sore itu Makmur lagi rehat di kediamannya Desa Mawomba, Kecamatan Tojo Barat.
Jumat sore, Makmur kebetulan lagi santai mengawasi pekerjanya yang tengah sibuk mengolah kelapa biji untuk dijadikan kopra. Wah, kereeeen.
Kata Makrur, bukti pembangunan Golkar di Kecamatan Tojo Barat, Tojo dan Ulubongka, sudah banyak dan tidak dapat dihitung satu-satu, seperti yang sudah dipapar diawal.
Dari mana kucuran dana pembangunan untuk Touna selama ini — khususnya — di Dapil III jelas Makmur?. “Itu,” katanya, sambil menunjuk baliho ukuran 2X1,5 meter yang terpasang kokoh di depan rumahnya. Baliho siapa? Ternyata, itu baliho anggota DPR-RI Dapil Sulteng, yang telah empat periode duduk, serta dua kali berturut dalam dua periode, memegang posisi Wakil Ketua Komisi V DPR-RI dari tahun 2009-2014 hingga 2014 sampai 2019, H. Muhidin M. Said, SE, MBA. Politisi Golkar kebanggaan daerah, yang berangkat dari latar belakang pengusaha, kini duduk di Komisi XI dan Banggar DPR-RI.
Kemudian Makmur juga menunjukkan foto di hp-nya. Foto siapa lagi itu haaa? Eeee … ternyata politisi Golkar kawakan asal Dapil V Poso dan Touna, Yus Mangun, SE yang akrab dengan sapaan “Kak Yus”.
Mereka-mereka inilah ungkap Makmur yang memainkan peran aktifnya. Mengarahkan anggaran besar dari pusat, agar bagaimana bisa masuk ke Sulteng, lewat loby-loby humanis dengan pihak kementerian terkait. Terima kasih.
Maka kata Makmur, masyarakat Sulteng — khususnya di Kabupaten Touna dan lebih khusus lagi Dapil III Ulubongka, Tojo dan Tojo Barat — harus ingat semua itu. Artinya tambah Makmur, masyarakat jangan salah pilih dan pilihlah sesuai hati nurani yang terdalam di palung kalbu. Sebab, kecintaan Golkar kepada rakyat begitu tulus. “Maka ketulusan itu eloknya harus dapat diapresiasi baik dengan pilihan yang tepat pula,” kata Makmur Amudaiya mengingatkan. Nah!.* dar – jay





