Foto atas: Ketua Ormas LAKI Boltim
Boltim, Sulut – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Berbagai pihak di Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), berharap elemen masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam proses pengawasan pembangunan Boltim. Yakni pelaksanaan berbagai program fisik yang dibiayai melalui Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023. Beberapa item itu, yakni pekerjaan pembuatan saluran air atau drainase. Juga tambal sulam jalan setapak, pemasangan bronjong, plat duiker (deker) dan berbagai program fisik lainnya yang berada di seluruh desa di Boltim.
Harapan itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi (LAKI) Cabang Boltim Ismail Mokodompit. Ismail berharap, selain LAKI, masyarakat juga agar mengambil bagian dalam proses pengawasan pelaksanaan program fisik yang dibiayai melalui dana desa. “Bila ditemukan ada pekerjaan yang dilaksanakan asal jadi, maka bisa dilaporkan,” tegas Ismail Mokodompit.

Keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan pelaksanaan program fisik dana desa itu kata Ismail, sangatlah penting. Karena program fisik dana desa itu direncanakan dan dilaksanakan oleh desa sendiri. Jangan sampai nantinya ada pekerjaan yang dilaksanakan asal jadi tanpa memperhatikan mutu dan kualitas. Padahal, hanya demi mengejar keuntungan pribadi.
Selaku ormas, sebut Ismail, LAKI akan turut melakukan pengawasan. Sekali lagi, bila ditemukan adanya indikasi permasalahan dalam proses pelaksanaan program fisik yang dibiayai melalui dana desa, maka tentunya LAKI akan menindak lanjutinya. “LAKI akan melaporkankannya kepada pihak yang berwajib,” janji Ismail.
Penegasan itu perlu disampaikan Ismail, karena diketahui bahwa sampai saat ini sejumlah desa di Boltim sedang melaksanakan kegiatan fisik yang dibiayai dana desa (DD).

Ismail.menunjuk misalnya, pekerjaan saluran air atau drainase dan plat duiker Desa Kotabunan Induk dengan anggaran kurang lebih Rp. 90-an juta. Lalu, pekerjaan tambal sulam jalan setapak dan pemasangan bronjong Desa Kotabunan Barat dengan anggaran kurang lebih Rp. 154 juta. Pagar taman mini Desa Bulawan Dua dengan anggaran kurang lebih Rp. 80-an juta. Juga pekerjaan pembuatan kanopi kantor Desa Bulawan I, dengan anggaran kurang lebih Rp. 30-an juta. Ada pula pekerjaan saluran air atau drainase dan plat duiker Desa Bukaka, pekerjaan drainase dan plat duiker Desa Kotabunan Induk dengan anggaran kurang lebih Rp. 99 juta, serta berbagai pekerjaan fisik lainya.
Di tempat terpisah Kepada CBN, Rabu (6/9/2023),sejumlah Sangadi atau Kepala Desa berkomentar. Bahwa benar ada program pekerjaan fisik di desa mereka masing-masing. Dari sejumlah pekerjaan yang sudah selesai dilaksanakan, duantara yang sedang dalam proses. Itu menurut Sangadi Kotabunan Barat Ade Herli Mokoginta yang juga selaku Kepala Inspektoratda. Hampir senada, Sangadi Bulawan 1 Ramlan Ake, Sangadi Bulawan Dua Irawan Mangkialo, Sangadi Bukaka Masri Hala pun mengakui seperti itu. “Ya, memang ada pekerjaan fisik di desa kami dan beberapa desa lainnya,” kata para Sangadi hampir senada saat dikonfirmasi CBN akhir pekan kemarin (3/8/2023) melalui pesan WhatsApp .* psb





