Foto atas : Masyarakat bermalam di Posko Aksi menunggu Pj. Bupati pulang ke Rujab.
Bungku, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Masyarakat Tandaoleo dan Lafeu, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) membuktikan ketegasan mereka. Malam ini ramai-ramai warga pemilik tanaman tumbuh yang sekarang dikuasai PT. Hengjaya Mineralindo, bermalam di depan Rumah Jabatan (Rujab) dan juga Kantor Bupati Morowali. Ini dilakukan masyarakat, untuk menunggu kedatangan Pj. Bupati Rachmansyah Ismail, Selasa (2/4/2024) besok dari luar kota. Warga dua desa tersebut sepakat untuk tidak akan beranjak dari tempat mereka membuat Pos Aksi, sebelum Pj. Bupati Rachmansyah Ismail memenuhi tuntutan mereka atas pembayaran tanaman tumbuh mereka dari PT. Hengjaya Mineralindo yang sudah difasilitasi Pj. Bupati, seperti yang sudah dijanjikan ke masyarakat pemilik tanam tumbuh.
Seperti yang ditayang sebelumnya, Senin (1/4/2024) pagi hingga siang, masyarakat pemilik tanaman tumbuh tersebut menggelar demonstrasi di depan Rujab Bupati Morowali, didampingi Forum Pemerhati Tambang Rakyat (FORMAT) Sulawesi Tengah (Sulteng). Aksi dan orasi beserta dengan sejumlah tuntutanplus pembakaran ban. Tak lain ini sebagai bentuk protes atas janji-jamji Pj. Bupati yang memfasilitasi dan akan menuntaskan tuntuntan ganti rugi tanaman tumbuh masyarakat, tapi hingga kini belum ada realisasiya.
Dalam aksi Senin pagi menjelang siang itu, Pj. Bupati Rachmansyah Ismail tidak berada di tempat. Katanya lagi ke Jakarta.
Masyarakat menyatakan keheranannya ketika setiap kali aksi, bupati tidak ada di tempat.
Ketidak hadiran Pj. Bupati mulai terlihat, saat digelarnya aksi demo pertama, saat pendudukan jalan hauling PT. Hengjaya di Desa Tangofa, tanggal (23/12/2023) lalu. Kini, hingga memasuki empat bulan hingga kelima kalinya digelar aksi demo, Rachmansyah Ismail tidak pernah langsung menemui masyarakatnya. Kecuali Rachmansyah mengutus melalui perwakilan.
Ya, seperti femo kali ini, hanya Kasat Pol PP Morowali H. Sahrul Amin
dan Asisten I Sekdakab Morowali Ir. Rizal Badudin yang menemui Siddik Muharam selaku
Koordinator Presidium FORMAT Sulteng dan Penanggung Jawab Aksi.
Menurut Siddiq Muharam, sikap masyarakat tidak akan mundur. Ada dengan tidaknya Pj. Bupati besok Selasa (2/4/2024) — mereka tetap akan menduduki Posko Aksi. Senin (1/2/2023) malam ini masyarakat akan tidur di posko. Ini ketegasan masyarakat seperti yang dipapar Siddiq Muharam, dan sudah diorasikannya saat aksi.
Pertama, bila tidak ada kepastian apakah ada ganti rugi atau tidak dari Pj..Bupati, masyarakat akan tetap bermalam di depan Rujab Bupati. “Ya, kami tidak akan beranjak dari depan Kantor atau Rujab Bupati Morowali, sebelum ada kepastian ganti rugi lahan kami dari PT. Hengjaya,” tegas mereka.
Kedua, pada aksi bermalam dua pekan lalu di tempat yang sama, masyarakat memang kembali dijanji oleh Pj. Bupati, dan melalui perwakilan Pemda dan wakil.madyarakat, mempertemukannnya dengan pihak PT. Hengjaya, tapi tidak ada juga hasil apa-apa.
Ketiga, dengan berlarutnya janji ganti rugi, sama dengan janji Pj. Bupati yang dianggap.masyarakat tidak ada yang benar-benar memberikan kepastian dan dapat dipegang.
Keempat, masyarakat pada menjelang Idul Fitri harus menanggung ongkos pergi pulang Tandaoleo – Lafeu – Bungku PP. Maka itu, masyarakat tidak akan pulang dan terus menunggu Pj. Bupati kembali ke Rujabnya.
FORMAT juga menandaskan dan meminta :
Satu, sesuai janji Kasat Pol PP Morowali bahwa ganti rugi tanaman masyarakat dibayar sebelum tiba Lebaran Idul Fitri.
Dua, upaya yang dilakukan Pemda Morowali lewat Pj. Bupati kemarin, konon sudah menyurat ke Camat Bungku Pesisir untuk meminta penghentian sementara aktivitas hauling PT. Hengjaya, karena keterkaitan dengan izin perlintasan.
Namun hingga hari ini belum ada penghentian sementara perlintasan PT. Hengjaya dan aktivitas hauling perusahaan masih berjalan. “Itu juga yang ditagih masyarakat ke Pj. Bupati,” tegas Siddiq Muharam.
Sampai dengan berita ini tayang kedua kalinya dalam sehari, dikabarkan masih banyak masyarakat Tandaoleo dan Lafeu menuju ke Posko Aksi depan Rujab. Mereka akan ikut bermalam di sana.
Dalam catatan CBN, demo Senin tadi merupakan aksi yang kelima kalinya, sejak pendudukan massa di jalan hauling PT. Hengjaya Mineralindo di Desa Tangofa pada Sabtu 23/3/2023 lalu.* jay – bersambung






