Mirto Pakaya : “Jika Masyarakat Beri Dukungan – “Pemerintah Pasti Curahkan Perhatiannya”

Atas : Mirto Pakaya
Bawah : Sebagian sudut Desa Jaya Bakti dilihat dari arah laut 

Jaya Bakti Pagimana, Banggai Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Pemerintah Desa Jaya Bakti, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) — melalui Kadesnya Mirto Pakaya — mengajak masyarakatnya untuk kompak. Semua diminta dukungan maksimalnya, atas
visi dan misi Pemerintah Kabupaten Banggai dibawah kepemimpinan duet Bupati H. Amirudin Tamoreka dan Furqanudin Masulili yang terkenal dengan jargon AT/FM. Wajib hukumnya
mendukung pemerintah. Sebab kata Mirto, apa yang sudah diterima dalam berbagai bentuk infrastruktur serta sarana dan prasaranan dari pemerintah takkan pernah bisa seimbang terbalaskan. “Uluran perhatian” pemerintah buat masyarakatnya, haruslah dibalas dengan dukungan nyata. “Visi Kabupaten Banggai 2025-2030 adalah Gerbang Timur – atau Gerakan Banggai Terdepan yang : “Inovatif, Maju, dan Sejahtera”. Fokusnya, pada pembangunan berbasis kearifan lokal, dengan misi utama meningkatkan kualitas SDM, menguatkan ekonomi pertanian dan kemaritiman, memperbaiki infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang baik melalui sembilan program prioritas. Yakni, Gerbang Cerdas, Produktif, Berbudaya, dan Pangan, yang menjadi landasan program RPJMD 2025-2029.

Misi ini kata Mirto sama prigram, dan itu sudah berjalan secara berjenjang di 23 kecamatan, 291 desa, dan 46 kelurahan di Kabupaten Banggai.
“Gerakan Banggai Terdepan ini yang kami aplikasikan, agar terealisasi di masyarakat,” kata Mirto kepada CBN dan News TV baru-baru ini.

Menurut Mirto, salah satu misi Pemkab Banggai yaitu memperbaiki infrastruktur, sudah terlaksana yakni terbangunnya jalan desa. Dan ketika masyarakat Jaya Bakti kesulitan air maka dari Kabupaten, Bupati Amir Tamoreka memerintahkan untuk menyuplai air ke Jaya Bakti. Dan meluncurlah mobil tangki BPBD Banggai melakukan antisipasi. Itu, beberapa waktu lalu.

Kemudian, hadirnya Wakil Bupati Furqanudin Masulili ke jaya Bakti, adalah bukti adanya hubungan emosional yang terbina bagus dengan masyarakat.
Namun, kini air di dlDesa Jaya Bakti tetap masih kurang memadai untuk mencukupi dan melayani kebutuhan masyarakat. Ini lantaran pipa jalur utama sudah cukup lama sedimentasinya hampir menutupi lubang pipa. Artinya, butuh pembenahan dari kabupaten. “Sedimentasi sudah hampir menutup ujung lubang pipa, sehingga air menjadi kecil debitnya,” terang Mirto.

Adanya pendampingan jaksa masuk desa, juga tutur Mirto juga sangat membantu dalam pengawasan pembelanjaan dana desa .

Sebab itu Mirto mewanti-wanti masyarakatnya yang berjumah kurang lebih 6.000 an jiwa, supaya memahami penggunaan dana desa. ‘Jika masyarakat ingin bertanya pengalokasian dan penggunaannya, tanyalah ke saya,” pinta Mirto.

Sekaligus lagi katanya, masyarakat harus mendukung sepenuhnya pemerintah daerah. Sebab jika masyarakat mendukung pemerintahnya, Mirto tak henti meyakinkan disetiap kesempatan bahwa yakin dan percayalah Pemda juga akan mendukung kemajuan Jaya Bakti dan masyarakatnya.

Lebih lanjut Mirto menambahkan, profil Jaya Bakti sebagai desa terpadat di dunia, sebuah keunikan yang tidak ada di tempat lain, di belahan dunia manapun. Nah, keunikan inilah paparnya, harus “disulap” menjadi daya tarik dan magnet bagi siapapun untuk datang ke Jaya Bakti. Khususnya para wisatawan mancanegara ,(Wisman), maupun wisatawan Nusantara (Wisnu) atau turis lokal. Salah satu potensi besar Jaya Bakti sebagai penghasil ikan — dengan 99 persen masyarakatnya berprofesi nelayan — adalah sisi lain yang terus dipromosikan bagi kemajuan sektor pariwisata Banggai, Sulteng, nasional, bahkan dunia. Bahwa Jaya Bakti sebuah desa terpadat di dunia yang berada Sulteng, juga salah penghasil ikan segar terbaik di dataran Sulawesi bahkan Indonesia Tengah dan Timur.* jay – bagian pertama

img 20250803 wa0029
Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *