Atas : Syamsul Bahri, SE – Direktur PDAM Paisu Molino Salakan, Banggai Kepulauan
Salakan Bangkep, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Palsu Molino Salakan, Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng), tengah melakukan lompatan. Selain terus memperbaiki sistem distribusi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, memprogramkan pembangunan pabrik air minum kemasan atau Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Plan ini sudah direncanakan dari tahun 2024.
Sejak awal, prioritas Pemkab Bangkep dibawah kepemimpinan Bupati H. Rusli Moidady ST., MT., AIFO, — salah satunya — terus meningkatkan pelayanan air bersih dengaan kualitas terbaik, selain program prioritas lainnya juga fokus pada penguatan kinerja birokrasi dan layanan publik. Untuk terciptanya sinergitas, PDAM Paisu Molino Salakan Bangkep, terus berusaha menyatu bangunkan visi misi Pemkab Bangkep dengan program PDAM setempat, sehingga bisa berjalan selaras.
Lantas, apa komentar
Direktur PDAM Salakan Bangkep Syamsul Bahri, SE? Ia yang dilantik Oktober 2023 untuk periode jabatan 2023-2027 kepada CBN baru-baru ini menegaskan fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. PDAM BUMD, menjadi subjek dalam pelayanan air bersih termasuk distribusi dan pemeliharaannya
Sebagai BUMD yang memiliki fungsi ganda — yakni instrumen pelayanan publik dan institusi bisnis — PDAM juga harus meraih laba. PDAM diharapkan lebih memaksimalkan lagi kedua fungsi tersebut.
Lalu, terinspirasi apa sehingga ada keinginan di Salakan ada AMDK? Syamsul Bahri bercerita. Ketika Rusdin Sinaling masih Ketua DPRD Bangkep tahun tahun 2024 lalu, Syamsul dan tim melakukan study tiru ke Perumda Tirtamarta di Yogyakarta. Tujuannya, untuk melihat pengelolaan PDAM nya, juga AMDK nya. Saat pulang ke Salakan, Syamsul segera menyusun dokumennya. “Tapi kita menunggu dari Pemda, supaya bisa bangun seperti di Yogya itu,” ungkap Syamsul Bahri.
Lanjut kata Syamsul, untuk bangun AMDK serta sistem pengelolaan air bersih, bisa Pemda yang mendanai. Dapat pula melalui investasi dengan melibatkan pihak ketiga.
Jika begitu apakah Salakan memenuhi syarat untuk dibangunkan fasilitas itu? Khusus untuk PDAM, apakah ketinggian dan elevasinya mendukung? Syamsul, kemudian menunjukkan dokumem yang sudah ia susun. Dalam buku itu lengkap. Mulai perencanaan, observasi, penentuan titik, besar investasi dan target yang ingin dicapai.
Menurut Syamsul Bahri jika merealisasi AMDK, tergantung kesiapan Pemda dalam pembiayaannya untuk modal usaha. Berapa invstasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik AMDK? Setidaknya butuh IDR 6 Miliar. Berupa bangunan kantor serta bangunan produksi atau pabrik, alat produksi dan aksesorisnya. Juga alat angkut berupa mobil box, hingga jajaran marketing untuk menjangkau pasar dan konsumen. Apa jawaban Bupati Bangkep Rusli Moidady? “Program AMDK akan direalisasi dan jadi pilot project tapi tetap disesuaikan kemampuan daerah,” kata Rusli Moidady kepada CBN beberapa waktu lalu.* jay – bagian pertama





