Foto Atas : Papan proyek salah satu kontraktor pelaksana
Boltim, Sulut – Cakrabhayangkaranews.com – Penentuan toko penyedia material atau bahan bangunan pelaksana program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah melalui pekerjaan Pembangunan SPALD Individual sudah ditentukan. Proyek yang dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ada di enam desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut).
Masing-masing di Desa Bulawan 17 unit, Desa Bulawan Satu 17 unit, Desa Kotabunan 17 unit, Desa Togid 17 unit, Desa Nuangan 16 unit dan Desa Nuangan Barat 16 unit. Anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Rasa DAK Tahun Anggaran 2023. Program ini juga mengacu pada harga terendah berdasarkan hasil survey yang sudah dilakukan secara bersama oleh pihak Dinas, Fasilitator dan KSM. Jadi kesepakatan penentuan penyedia material bangun, ada tiga pihak.
Khusus untuk Desa Nuangan dan Nuangan Barat masing-masing tinggal 16 unit. Hal itujuga berpatokan pada harga bahan, namun tidak mengurangi nilai anggaran yang ada.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Primasunu atau lebih akrab disapa Pipim (18/9/2023). “Penentuan penyedia material bahan bangunan dilakukan berdasarkan hasil survey pada beberapa toko yang dilaksanakan secara bersama antara Dinas, Fasilitator dan KSM. Acuannya, pada harga terendah. Khusus untuk Desa Nuangan dan Nuangan Barat jumlah yang akan dibangun masing-masing tinggal 16 unit, karena hal itu mengacu pada harga bahan bangunan yang akan digunakan,” jelas Kabid Primasunu.
Hal ini disampaikannya, guna meluruskan keterangan yang disampaikan oleh Ketua KSM Fajar Bulawan Samsudin Dauda. Samsudin sudah mengatakan, menyangkut pengadaan material ditangani langsung oleh dinas terkait, yang bekerja sama dengan toko penyedia bahan yang berada di bilangan Desa Kotabunan sebagaimana yang sudah dilansir pada edisi sebelumnya. “Jadi penentuan toko penyedia, bukan ditangani langsung oleh dinas sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu Ketua KSM tersebut. Tapi tiga pihak, yakni Dinas, Fasilitator dan KSM, “, jelas Kabid Pipim meluruskan.

Dijelaskannya bahwa, terkait pembayaran material bahan bangunan kepada toko penyedia material bahan bangunan, dilakukan langsung oleh KSM melalui pemindah bukuan dari rekening KSM ke rekening toko penyedia material bahan bangunan dengan mengacu pada rekomendasi pembayaran dari dinas berdasarkan progres pekerjaan. “Proses pembayaran material bahan bangunan kepada toko penyedia dilakukan melalui pemindah bukuan dari rekening KSM kepada rekening toko penyedia, melalui rekomendasi pembayaran yang dikeluarkan oleh Dinas berdasarkan progres pekerjaan,” jelasnya.
Sekedar diketahui bahwa berdasarkan data yang ada, saat ini setiap KSM seperti KSM Fajar Bulawan, KSM Falmboyan Desa Bulawan Satu, KSM Kotabunan, KSM Desa Togid, KSM Nuangan dan KSM Desa Nuangan Barat sedang mengelola dana masing-masing sebesar Rp. 351.754.400. Rincian item pekerjaan dan besaran biaya, yaitu Pekerjaan Persiapan sebesar Rp. 1.662.023,59, Pekerjaan Tanah sebesar Rp. 3.166.087.97, Pekerjaan Batu Beton atau Beton sebesar Rp.187.618.668.91, Pekerjaan Resapan sebesar Rp. 2.700.985.76, Pekerjaan Kayu atau atau Atap sebesar Rp. 22.705.947.32, pekerjaan Sanitasi sebesar Rp. 85.882.332.30, Pekerjaan Plambing sebesar Rp.897.600.00. Juga, Pekerjaan Pengecetan sebesar Rp.10.811.791.61, Pekerjaan Lain-Lain atau Operasional KSM sebesar Rp.10.575.000.00 serta Pajak sebesar Rp. 25.733.962.55. Sehingga total anggaran dalam pelaksanaan program pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah yang dikelolah oleh setiap KSM sebesar Rp. 351.754.400.00.* psb






