Perahu Bantuan ke Desa Gumuo Ditolak – Kades : “Bahannya Hanya Kayu Kapuk”

Atas : Plt. Kades Gumuo – Meylinda Djafar, SH

Pagimana, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Bantuan lima unit perahu di luar mesin, ditolak Kades Gumuo, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Penolakan ini, dikarenakan bahan baku pembuatan perahu itu hanya dari Kayu Kapuk. Makanya, kelima perahu tidak jadi diserahkan.

Dari informasi ini kemudian CBN mengkonfirmasikannya kepada Plt. Kades Gumuo, Meylinda Djafar, SH baru-baru ini dan membenarkannya. Menurut Kades, alasan penolakannya — setelah dicek teliti — perahu bantuan tersebut dibuat hanya dari bahan kayu kapuk. Jenis yang masuk golongan kayu yang kualitas kekokohannya tidak bisa dijamin. Apalagi dipakai di air. “Benar pak. Saya dan masyarakat menolak menerina bantuan lima perahu tahun 2024 itu, karena bahannya hanya dari kayu kapuk,” ungkap Plt. Kades Gumuo, Meylinda Djafar, SH, kepada CBN.

Memang katanya, ditahun 2024 ada masyarakatnya yang mendapat bantuan perahu plus masing-masing mesin katinting 5,5 PK. Satu paket perahu dan mesin senilai dengan Rp. 7 juta per penerima. Tetapi kata Meylinda, hanta 5 mesin katinting yang sudah diambil masing-masing penerima. Tapi perahunya yang ditolak, karena kayunya tidak bagus. “Jadi perahunya saya minta agar dibuatkan ulang,” jelas Meylinda.

Meylinda menambahkan, satu warga Gumuo tidak bisa dipenuhi permintaannya untuk pengadaan mesin Jhonson seharga Rp. 29 juta. Itu sebut Kades terlalu mahal dan selisihnya dengan mesin katinting sangat jauh. Warga Gumuo yang diolak permintaannya untuk mendapatkan Mesin Tempel Jhonson itu, bernama Anwar Lausa.

Sebetulnya sebelum itu, Anwar sudah diberikan mesin tempel, tapi katinting. Anwar menolaknya, karena tidak sesuai pesanan. Apalagi medin seperti itu kurang bagus dipakai dibodi perahu yang agak besar. Mesin langsung dikrmnslikan Anwar “Mesin tempel katinting saya tolak, lantatan tidak sesuai pesanan dan kenutuhan” kata Anwar Lausa.

Kembali ke Kades, katanya sudah mengkonsultasikan ke Inspektorat daerah, soal penolakan perahu dan pembuatannya kembali. Termasuk, tidak dipenuhinya permintaan Mesin Tempel Jhonson 8 PK atas nama Anwar Lausa. “Kalau itu dipenuhi, lalu siapa yang bertanggung kawab terhadap selisih harga yang terlalu jauh,” tukas Meylinda.

Info yang diperoleh dari berbagai sumber bahwa kayu kapuk tidak umum untuk bahan pembuatan perahu, tapi hanya buat :

1. Bahan baku pembuatan plywood dan pulp.
2. Diolah menjadi produk papan kayu lembut.
3. Digunakan untuk Penahan cor-coran atau bekisting dan,
4. sebagai bahan baku industri tekstil.* Nah!!?.* adi – jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *