Perusahaan Kurang Peduli – Pemukiman Warga di Labota Bahodopi Selalu Terendam Banjir

Foto atas : Gedung SD Dusun III Labota yang terendam
Bawah : Pemukiman di Dusun III yang selalu jadi “langganan banjir” tetap

screenshot 20240420 011654 1
Air yang masuk ke dalam rumah warga Dusun III

Bahodopi, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Jika hujan turun, warga di beberapa dusun di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali selalu was-was dan jahawatir, karena pemukimannya akan kembali terendam banjir.

Hujan Kamis (18/4/2023) petang, menang kembali merendam Disun III, hingga keeesoan harinya, Jumat (19/3/2023), masih menyisakan genangan dan tanah lumpur disejumlah titik. “Ini selalu saja kami alami pak,” lapor warga yang mengirim chat dan foto-foto ke CBN, Jumat (19/4/2023) petang.

Bahwa sejumlah dusun di desa Labota, sering mengalami rendanan banjir, ya seperti itulah. Terutama di Dusun III yang menjadi “langganannya”. Bahkan rendanan banjir kali ini, juga merendam gedung Sekolah Dasar (SD) di Dusun III, Labota. “Betul pak selain pemukiman di Dusun III, air juga merendam sekolah SD kami di sini,” aku Arifin, Kadus III Desa Labota yang dikonfirmasi CBN.

Info yang dihimpun CBN, warga sudah beberapa kali mendesak PT. IMIP untuk membuatkan saluran pembuangan genangan ke laut. Namun permintaan itu belum juga dipenuhi perusahaan. Kecuali membantu membersihkan sampah di sejumlah titik hingga ke Dusun IV.

“Kalau kepala dusun tiga tidak ngamuk-ngamuk, perusahaan tidak menurunkan alatnya,” ungkap seorang warga Dusun III Labota kepada CBN via WA nya.

Menurut warga lainnya kepada CBN, Jumat (19/4/2024) malam, sudah beberapa kali warga melalui tokoh masyarakat, kepala dusun (Kadus) pegi meminta perusahaan untuk membuatkan aluran pematus ke laut yang hanya berjarak tidak lebih dari 80-an meter. Ini, guna menghindari banjir yang melanda pemukiman — paling sering — “menerjang” Dusun III.

Banjir yang selalu menggenani sejumlah dusun di Labota itu tidak hanya “merendam” pemukiman tapi juga fasilitas pendidikan yakni sekolah SD, seperti sudah dipapar diawal.

Informasi yang diperoleh CBN dari.lokasi Jumat, (19/4/2023), sejumlah alat akhirnya diturunkan perusahaan. Berupa, dua unit Loader, satu exavator dan dua dump truck. Tapi alat tersebut baru melakukan pengangkatan sampat yang menyumbat parit (got -red).

Informasi menyebut, Aco Kadus IV dan Kadus III Desa Labota, mengawal pembersihan sampah yang sudah menebal dan airnya bau yang menutup saluran got di sejumlah titik. “Ya, alat yang diturunkan perusahaan, sudah menggali sampah dari got dan sekitarnya di empat titik. Kemungkinan dilanjutkan penggalian saluran. ” ungkap Aco.

Sumber CBN di Labota menyebut, sudah sekitar enam bulan sejak Nopember masyarakat sejumlah dusun itu, sudah mendesak PT. IMIP untuk turunkan alat exavator membantu menggali saluran pematus ke laut. Selama iitu pula, bila datang hujan, maja banjir akan menggenangi dusun-dusun tersebut. Yang selalu terparah, adalah Dusun III.

Ya, hujan yang turun sejak pukul 17.00 WITA, Kamis (18/4/2024) sore, telah membuat pemukiman warga — sekali lagi paling terdampak parah — di Dusun III saat hujan melanda. “Masyarakat sudah melaporkannya ke humas perusahaan, tapi humas tidak pernah mau turun, hanya anak buahnya,” lapor warga.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *