Program Unggulan SCS Delis – Djira Dimata Jajaran

Kolonedale . Morut – Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Morut Sehat Cerdas Sejahtera, bagaikan anatomi dan bangun tubuh. Dimana ia butuh topangan elemen vital lain. Disanalah peran itu. Dimana OPD, instansi, badan dan SKPD menjalankan tugas dan fungsi (Tusi -red) masing-masing, sebagai jantung, ginjal dan paru-paru, bersama anggota tubuh lain.

Itu gambaran wawancara CBN dengan Bupati Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Delis Julkarson Hehi baru-baru ini di Kolonedale, ibukota Morut. Singkat namun padat. Hasilnya, CBN membagi artikel dalam empat bagian penggalan. Ini yang pertama.

Andaikan orkestra, harusnya sinergitas dalam membangun kebersamaan memang menjadi komponen penting. Karena jika berhasil, itu akan menjadi sukses bersama.

Untuk memimpin orkestra “dirigennya” — tidak boleh tidak — harus piawai. Nada pun pas sehingga harmonis. Dan itu tengah dilakukan DR. Dr. Delis Juliarson Hehi, MARS. “Orkestra” yang dipimpinnya, tidak boleh ada bunyi yang fals. “Mimpi besar itu hendak saya wujudkan,” ungkap Delis diawal wawancara. Katanya, memang sangat dibutuhkan kekompakan. Semua harus saling membahu untuk mencapai hasil yang diharapkan.

screenshot 20230330 082304 3
Delis kemudian memapar visi besar SCS (Sehat Cerdas Sejahtera -red), berangkat dari hal mendasar tentang kebutuhan masyarakat. Karena menurut Delis, rakyatnya butuh — bukan lantaran keinginan — bagaimana agar ia dan keluarganya bisa sehat. Supaya keturunannya dapat menjadi generasi cerdas setelah beroleh pendidikan yang baik. Anak-anak mereka mampu bersaing dan berdaya saing. Itu, bila bicara tentang sehat dan cerdas.

Lantas, bagaimana terkait konsep Sejahtera? Cerita sejahtera sebut Delis, adalah mampunya Pemkab Morut menekan angka kemiskinan, hingga berdampak bagi meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Pertanyaannta, bagaima program SCS dijajaran Pemkab Morut? Apakah tersambut baik? Ternyata, antusiasmenya luar biasa hingga ke tataran pemerintahan terbawah. Tapi ini bukan pernyataan Delis.
CBN menggalinya. Mulai dari tingkat dinas, instansi, badan dan OPD atau SKPD, hingga kecamatan bahkan sampai di desa. Kali ini sampel program dari Desa Ganda-ganda yang mewakili potret program desa dikaitkan plan SCS.

img 20230315 145615 632
Pimpinan OPD yang dimintai CBN komentar, kompak senada menjempoli program SCS. “Sebagai OPD penunjang, selalu berusaha mengoptimalkan kerja dan kinerja badan. Juga semaksimal mungkin mencari dan terus menggali dana penopang PAD yang muaranya juga guna menyukseskan program-program daerah. Seperti SCS sudah menjadi patrun kami di Pemkab Morut,” ujar Kaban Pendapatan Daerah Morut, Agung Satria Ponga, ST, MT.
screenshot 20230330 082853 1
Tak juh-jauh dengan Agung Satria, Kaban PPKAD Morut Masjudin Sudin, SE, M.Si juga mengomentari program SCS yang menurutnya kini sudah terasa manfaatnya buat daerah. SCS menurut Masjudin, jelas merujuk pada niat menuju Morut yang sejahtera. Untuk itu katanya, tugas dan tanggung jawab yang diberikan pimpinanan, janganlah dianggap beban. “Konteksnya, tanggung jawab selaku Kepala OPD harus dijalankan dengan baik sebagai amanah,” kata Masjudin. Untuk dan saat ini katanya lagi, BPKAD yang ia pimpim sudah dan — bahkan — dari awal duduk, telah mulai menjalankan program SCS disesuaikan tugas dan fungsi BPKAD sebagai wujud menopang visi misi Pemkab Morut untuk merealisasi Sehat, Cerdas dan Sejahtera itu,” begitu jawab Masjudin Sudin kepada CBN.

Dalam “mengamini” program SCS yang digagas Delis, memang OPD harus selaras dan sejalan. Sebab, motor dan pacu laju program tersebut memang ada ditingkat OPD, SKPD, dinas, badan maupun instansi.

screenshot 20230326 064903 2
Apa kata Kadis Kesehatan DaerahMorut Alno Berniat Sinampe, SKM, M.Kes? SCS dalam visi misi daerah nilai Alno, harus disukseskan. Apalagi, SCS melekat pada SKPD dengan leading sector yang menjadi penggerak dalam pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Dinas Kesehatan pada program SCS masih sebut Alno, berada pada singkatan “S” pertama yakni sehat. Sebab tanpa sehat, cerdas dan sejahtera pasti akan sulit digapai,” tutur Alno.

Begitu juga Camat Petasia Novrianto Najamudin, SE mengungkapkan stetmennya. “Bahwa program SCS, diimplementasikan dan ini menjadi roh bagi kami di kecamatan untuk dilaksanakan dalam program-program unggulan dan kreatif,” sebut Novrianto.

screenshot 20230329 233549 2
Bagaimana suara dari desa? Luar biasa. Sebab desa juga telah menyelaraskan program-program andalan di desa. “SCS kami singkronkan dengan arah kebijakan pembangunan yang pro rakyat dan bersentuhan langsung ke dengan kebutuhan serta kepentingan masyarakat di desa,” ungkap Haerudin Aziz, Kades Ganda-ganda. “Wah, mantaplah kalau begitu. Seiring, sejalan dan selaras,” kata salah satu warga Kolonedale.

Delis – Djira memang kini tengah mengarahkan haluan Tanah Tepo Asa Aroa (TAA -red) dalam meraih sukses lewat kapal berbendera “Morut” menuju pelabuhan bernama “SCS’. TAA sendiri tidak hanya sekadar simbol. Dia bermakna
sebagai pijakan semangat kekeluargaan dan persaudaraan yang tinggi, berbalut ketulusan hati yang murni dari masyarakat Morowali Utara.* jay – bagian pertama dari empat penggalan

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *