Kolonedale . Morut – Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Morut Sehat Cerdas Sejahtera, bagaikan anatomi dan bangun tubuh. Dimana ia butuh topangan elemen vital lain. Disanalah peran itu. Dimana OPD, instansi, badan dan SKPD menjalankan tugas dan fungsi (Tusi -red) masing-masing, sebagai jantung, ginjal dan paru-paru, bersama anggota tubuh lain.
Itu gambaran wawancara CBN dengan Bupati Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Delis Julkarson Hehi baru-baru ini di Kolonedale, ibukota Morut. Singkat namun padat. Hasilnya, CBN membagi artikel dalam empat bagian penggalan. Ini yang pertama.
Andaikan orkestra, harusnya sinergitas dalam membangun kebersamaan memang menjadi komponen penting. Karena jika berhasil, itu akan menjadi sukses bersama.
Untuk memimpin orkestra “dirigennya” — tidak boleh tidak — harus piawai. Nada pun pas sehingga harmonis. Dan itu tengah dilakukan DR. Dr. Delis Juliarson Hehi, MARS. “Orkestra” yang dipimpinnya, tidak boleh ada bunyi yang fals. “Mimpi besar itu hendak saya wujudkan,” ungkap Delis diawal wawancara. Katanya, memang sangat dibutuhkan kekompakan. Semua harus saling membahu untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Lantas, bagaimana terkait konsep Sejahtera? Cerita sejahtera sebut Delis, adalah mampunya Pemkab Morut menekan angka kemiskinan, hingga berdampak bagi meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Pertanyaannta, bagaima program SCS dijajaran Pemkab Morut? Apakah tersambut baik? Ternyata, antusiasmenya luar biasa hingga ke tataran pemerintahan terbawah. Tapi ini bukan pernyataan Delis.
CBN menggalinya. Mulai dari tingkat dinas, instansi, badan dan OPD atau SKPD, hingga kecamatan bahkan sampai di desa. Kali ini sampel program dari Desa Ganda-ganda yang mewakili potret program desa dikaitkan plan SCS.


Dalam “mengamini” program SCS yang digagas Delis, memang OPD harus selaras dan sejalan. Sebab, motor dan pacu laju program tersebut memang ada ditingkat OPD, SKPD, dinas, badan maupun instansi.

Begitu juga Camat Petasia Novrianto Najamudin, SE mengungkapkan stetmennya. “Bahwa program SCS, diimplementasikan dan ini menjadi roh bagi kami di kecamatan untuk dilaksanakan dalam program-program unggulan dan kreatif,” sebut Novrianto.

Delis – Djira memang kini tengah mengarahkan haluan Tanah Tepo Asa Aroa (TAA -red) dalam meraih sukses lewat kapal berbendera “Morut” menuju pelabuhan bernama “SCS’. TAA sendiri tidak hanya sekadar simbol. Dia bermakna
sebagai pijakan semangat kekeluargaan dan persaudaraan yang tinggi, berbalut ketulusan hati yang murni dari masyarakat Morowali Utara.* jay – bagian pertama dari empat penggalan







