Atas : GM. PT. ASDP Cabang Luwuk – Agus Djoko. Bawah : Manager Usaha – Isra Ali
Luwuk Banggai, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –
Dalam mengantar Tahun 2025 dimana Natal tengah “menunggu” datangnya Tahun Baru 2026, seluruh penjuru berbenah. Salah satu itu PT. ASDP (Angkutan Sungai dan Penyeberangan) Cabang Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Untuk mengetahui bagaimana PT. ASDP mengawal Nataru, CBN dan News TV menemui General Manager (GM) PT. ASDP (Angkutan Sungai dan Penyeberangan) Cabang Luwuk, Agus Djoko.
Terkait Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025 – 2026), PT. ASDP Cabang Luwuk mempersiapkan enam kapal. Keenam kapal tersebut, untuk melayani trip 13 lintasan yang ada. Untuk semua kapal tersebut, juga sudah dilakukan Ramp check. Ramp check kapal adalah pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh otoritas terkait (seperti Ditjen Hubla Kemenhub) terhadap kapal, sebelum berlayar. Tujuannya, memastikan kelaiklautan, keselamatan, keamanan, dan kelengkapan dokumen serta peralatan kapal — alat navigasi, keselamatan, pemadam api — dll. Ini, agar semua berfungsi baik dan siap dalam operasional. Terutama musim liburan dam Nataru seperti saat ini. “Hasilnya, kapal-kapal kami dinyatakan layak melaksanakan tugas atau kegiatan Nataru,” ungkap Agus Djoko di Luwuk, baru-baru ini. Saat wawancara, Agus didampingi Manager Usaha, Isra Ali.
Menurut Agus, untuk pelabuhan di Pagimana, juga sudah dilakukan Ramp Check dan siap untuk melaksanakan Nataru, khusus lintasan Pagimana – Gorontalo. “Kami berharap, masyarakat sudah mempersiapkan keberangkatannya pada “Hari H” atau satu hari sebelum melakukan kegiatan penyeberangan,” kata Agus.
Komitmen ASDP terkait peningkatan pelayanan dan menomor satukan kenyamanan bagaimana?! Saat ini sebut Agus, ASDP Cabang Luwuk sudah mengimplementasikan pelayanan tiket online melalui website. Itu ada chroome Handphone.setiap calon penumpang dan bisanlangsung mengunjungi situs resmi ASDP yakni, trip.ferizy.com.
Untuk tahun 2026 nanti kata Agus, ASDP Cabang Luwuk mengajukan ke Kantor Pusat agar trip bisa dikembangkan ke lintasan lain. Seperti Luwuk – Saiyong Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Serta Kolonadale (Kodal) – Baturube, Bungku Utara. “Kami merencanakan tahun 2026 untuk pengembangan trip, juga sudah e-ticketing. Termasuk kelengkapan mm di kapal,” jelas Agus yang sebelumnya bertugas di Lembar, pelabuhan penyeberangan utama Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Agus, rata-rata durasi penyeberangan di Sulteng — khususnya — Luwuk, cukup lama. Antara 5 hingga 6 jam. Kadang bahkan ada yang 9 jam. Maka untuk mengusir kejenuhan itu, ASDP merencanakan memberikan fasilitas hiburan. Paling tidak, hiburan tersebut bisa dinikmati para pengguna jasa.
Kalau untuk menilai fluktuatif jumlah penumpang dan barang antara Luwuk – Sailong (Salakan), ASDP sebut Agus ada kompetitor, pemain atau operator lain. Kelihatan reguler tidak terlalu tinggi juga. Baru kelihatan peningkatan itu saat hari-hari besar, angkutan khusus Lebaran. Kendati begitu, ASDP Cabang Luwuk, tetap melakukan pelayanan untuk trip Luwuk – Sailong yang dilayari KMP. Teluk Tolo. Sudah disampaikan kepada pengguna jasa atau masyarakat, tentang kelebihan karakteristik kapal Roro atau Fery, karena bisa memuat apa yang tidak bisa dibuat angkutan laut lainnya. Selain pejalan kaki, roda dua, roda empat pribadi maupun kendaraan logistik. Bahkan alat berat bisa dimuat oleh Kapal Fery Roro. “Kapal-kapal kami di sini dibobot kurang lebih 500 Grtb atau Gross Register Tonnage. “Jadi istilahnya, potensi amannya lebih bagus dari kapal-kapal, non besi,” tutur Agus.
Jadi mudah-mudahan — tanpa mendahului Kuasa Allah — Insyaallah lebih meningkatkan dan menjaga keselamatan dalam pelayaran.
Selain trip Luwuk – Salakan, ASDP Cabang Luwuk, juga mengoperasikan KMP Teluk Tolo yang melayani rute Luwuk – Banggai Laut atau Bakut. Bahwa yang namanya industri, tetap ada kompetisi. “Tapi kita tetap menjaga kondisi sehat yang tentu masih dalam lingkup yang aman,” tutur Agus.
ASDP Cabang Luwuk sendiri lanjut Agus, tetap menjaga sinergitas dan melakukan diskusi lebih lanjut dengan Pemangku Kebijakan Daerah, dalam upaya-upaya memperlancar logistik dan mobilisasi masyarakat dari satu pulau ke pulau lainnya. Karena memang geografi “Banggai Bersaudara” adalah kepulauan. Jadi, apa yang bisa ASDP Cabang Luwuk bantu dan apa yang bisa diupayakan bersama, muaranya demi kesejahteraan masyarakat. Harapannya, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan “menyeberang”, bisa membeli tiket Kapal Fery Roro yang didalamnya sudah termuat asuransi yang bisa menjadi pegangan dari pengguna jasa. Tentu, apabila terjadi kondisi-kondisi kurang menguntungkan.dan tidakmkita harapkan, asuransi telah menjaminnya. Asuransi dimaksud, untuk kecelakaan, atau luka juga cidera diatas kapal. Demikianpun kendaraan ada asuransinya. “Tentunya tetap melalui prosedur yang baku,” pungkas Agus Djoko.* jay – bagian pertama






