PT. ASKON Diminta Angkat Kaki Dari Morowali – Buntut Aksi Demo Yang Chaos

Atas : Foto sejumlah kerusakan kendaraan warga maupun alat berat dan mobil operasional perusahaan  pada demo massa Matarape ke PT ASKON

MOROWALI, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Mata rantai aksi demo yang chaos (keos – red) antara masyarakat Desa Matarape dan PT. ASKON, menjadi bola salju yang akhirnya menggunung. Hingga Sabtu (3)9/2026) hari ini warga bersikeras agar perusahaan meninggalkan Matarape. Perusakan dua unit kendaraan warga dibalas hari ini dengan penghancuran pos security, pembakaran alat berat dan sejumlah kendaraan operasional perusahaan.

Seperti diketahui, aksi demo berakhir ricuh, ditandai perusakan mobil warga yang tergabung dalam massa aksi menggunakan bucket exavator, tanpa sempat dicegah. Menjadikan kian besarnya penolakan masyarakat hari ini, terhadap PT. ASKON agar angkat kaki dari Matarape, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Matarape — salah satu desa yang tenang, adem dan jauh dari warna huru hara. Jumat (2/9/2026), kemarin hingga hari ini menjadi seperti “arena perang”.

Lingkungan perusahaan berubah jadi ajang
“hancur-hancuran”, disusul bakar-bakaran. Pokoknya, situasi sempat tak terkendali.

Sumber menyebut, awalnya masyarakat hanya ingin meminta penjelasan ke perusahaan atas sejumlah dampak. Antara lain dugaan kerusakan lingkungan serta rusaknya tanaman akibat debu dari kegiatan perusahaan.

Warga meminta PT ASKON memberikan klarifikasi dan menanggung jawabi keluhan masyarakat, terkait kepedulian perusahaan atas rusaknya lingkungan dan debu yang masuk ke kebun-kebun masyarakat.

Kapolsek Bungku Selatan Iptu M. Iqbal, SH yang dihubungi via WA Sabtu (3/9/2026) hingga berita tayang, belum menjawab pertanyaan CBN :

Terkait insiden antara warga Matarape dengan perusahaan, Jumat (2/9/2026), beberapa poin pertanyaan mengemuka :
1. Info up to date yang berkembang sejak kemarin hingga hari ini, warga mencari oknum WNA yang diduga perusak 2 unit kendaraan warga yang memicu upaya balasan pembakaran sejumlah unit kendaraan perusahaan. Termasuk Exa dan pos security perusahaan.
2. Fakta-fakta apa yang didapat pihak kepolisian dan, apakah sudah ada yang dipanggil baik dari perusahaan ataupun masyarakat?
3. Ditunggu info balik.
Tapi tidak dijawab.

Dari berbagai sumber yang dihimpun CBN, aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA, massa sempat memalang jalan masuk portal perusahaan, sebelum melewati pos security.
Eskalasi makin meningkat, ketika dua mobil warga pendemo dirusak oleh alat exavator yang diduga dilakukan seorang TKA. Aksi perusakan mobil Mistubishi Pajero dan Pick Up itu terekam jelas di video yang beredar.
Pelaku perusakan diduga kuat seorang TKA China seperti sudah dipaoar diawal. Kini masih diungkap, siapa TKA PT. ASKON itu, sebut sumber CBN.

Dirusaknya dua kendaraan warga, kemudian dibalas dengan perusakan sejumlah unit kendaran termasuk Exa dan pos security oleh kelompok massa.

Keinginan masyarakat mempertanyakan beberapa poin ke perusahaan yang semula tenang-tenang saja, berubah kacau dan tidak terkendali.
Dalam beberapa waktu kemudian situasi berubah 180 derajat. Masyarakat yang sempat memalang jalan masuk ke jetty perusahaan dibubarkan lantaran sudah membuat akses macet. Tapi halauan kemudian memakai alat berat membuat massa mundur.

Selain kerusakan kendaraan, dua warga juga melaporkan mengalami luka. Kondisi itu membuat masyarakat akhirnya meninggalkan lokasi untuk menghindari konfrontasi meluas.

Puncaknya, ketika puluhan orang yang diduga TKA China mendatangi lokasi massa. Saat itu massa masih melakukan aksi dan kemudian memilih beristirahat setelah menyampaikan tuntutan.

Nah, saat puluhan orang beristirahat di sekitar lokasi, datanglah sejumlah TKA yang kemudian membuat suasana berubah. Sumber menyebut, TKA tersebut menggunakan alat dan mulai melakukan tindakan penyerangan termasuk terhadap kendaraan yang parkir, dirusak,” katanya.
“Mereka membawa benda yang diduga berupa pentungan besi dan berupaya menghalau massa,” lapor sumber.

Ketegangan disebut semakin meningkat setelah alat berat juga berada di sekitar lokasi aksi. Warga mengaku memilih mundur karena khawatir situasi berkembang hingga meluasnya bentrokan.

Dalam situasi tersebut, dua kendaraan milik warga yang berada di lokasi mengalami kerusakan berat, setelah berkali-kali ditimpai bucket exavator perusahaan. Masing-masing satu unit mobil Pick up dan Mitsubishi Pajero.

Pihak PT ASKON belum memberikan klarifikasi terkait tudingan warga bahwa ada pengerahan TKA, menggunakan alat berat dalam membubarkan massa. Juga, kerusakan dua kendaraan, serta laporan bahwa tiga orang terluka dalam peristiwa tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Matarape kepada CBN berharap, peristiwa kemarin bisa memperoleh solusi terbaik dan tepat. “Jangan ada gap antara warga dan perusahaan. Jika ada indikasi melawan hukum, itu ranah aparat penegak hukum atau APH. Tapi harus kita bersinergi kembali dan mempertahankan kekompakan plus soliditas,” harap tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *