Manado, Sulut – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Sulut Corruption Watch (SCW) mengapresiasi Mendikbud menunda Pilrek (pemilihan rektor) putaran kedua yang sedianya digelar 7 Juni dan mensupport pembentukan Tim Penilai Kinerja Calon Rektor untuk menelusuri rekam jejak calon rektor Universitas Sam Ratulangi (Samrat) Manado yang sudah terpilih pada Pilrek putaran pertama April lalu.
Koordinator SCW Deswerd Zougira mengatakan pembentukan Tim sangat urgen ditengah merebaknya isu suap saat Pilrek berlangsung, selain memang sudah amanah Permen Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 1917 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri,
Dihubungi pagi tadi (9/6), advokat ini menegaskan Mendikbud harus memastikan Pilrek kali ini menghasilkan Rektor yang berintegritas, bersih, tidak berafiliasi dengan partai politik dan dapat menaikan peringkat Unsrat di tingkat nasional maupun internasional.
“Sepuluh tahun terakhir Unsrat seperti tenggelam, nyaris tanpa prestasi. Sebaliknya yang menonjol justru isu korupsinya”, kata aktivis antikorupsi ini.
Masih menurut dia, bila Tim nanti menemukan ada calon rektor yang melakukan suap maka Mendikbud harus mencoret yang bersangkutan dari daftar calon dan menggelar penjaringan dan penyaringan ulang.
Seperti diketahui Pilrek Unsrat putaran pertama telah terjaring tiga nama calon rektor yakni Dedi Tooy 29 suara, Fabian Manopo 13 suara dan Grevo Gerung 11 suara. Pilrek diwarnai protes beberapa anggota senat, isu suap yang disertai laporan ke kejaksaan serta dugaan keterlibatan gubernur yang mendukung Dedi Tooy.* jay






