Ronny Tanusaputra : “Saya Faham Memposisikan Diri”

Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Menjadi suami sekelas bupati, setara atau diatasnya, bagi segelintir orang bisa menjadi kebanggan. Sebaliknya jadi beban. Tapi jika faham memposisikan diri — status suami dari pejabat daerah — justru tidak menjadi masalah. Mengapa? Suami akan menjadi pendamping kapan dan — bisa — dimanapun dan sesekali dimintai berbagai hal umum dan bukan kebijakan, secara objektif, positip dan konstruktif.

Inilah yang dilakoni Ronny Tanusaputra, suami dari Bupati Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) Vera Elena Laruni.

Buat Ronny, kadang ia dimintai pendapat tentang sesuatu — sekali lagi yang tidak bersifat kebijakan — oleh sang istri. “Ya, begitulah. Tapi tidak ada intervensi,” kata Ronny Tanusaputra kepada CBN, di kediamannya di Palu baru-baru ini.

Bagaimana profil Donggala dimata Ronny. Daerah berpenduduk … , memiliki keunggulan komparatif dari sumber daya alam (SDA) atau natural resources. Tanpa penyebut spesifik kata Ronny — bila dikelola dengan baik dan optimal — maka aka memaju Donggala berkulit “Kota Tua”.

Soal “Kota Tua” disematkan buat Donggala, mungkin lantaran lebih awal “lahir” dari saudara-saudaranua 11 kabupaten tambah 1 kota. “Bukankah di Jakarta ada Jl. Donggala. Bukan nama kabupaten lain,” komentar pemerhati kota/kabupaten suatu ketika.

Dibalik potensi iyang dimiliki Donggala, sebut Ronny, masih butuh sentuhan pembenahan di berbagai sektor. Diantaranya, sisi infrastruktur jalan sarana dan prasarananya. Juga sektor kesehatan, pendidikan. Donggala yang “cantik”, memiliki potensi pariwisata yang bernilai jual dan itu bisa “disulap” dan dimaksimalkan untuk menopang Pendapaban Asli Daerah (PAD)

Sebagai pengusaha menurut Ronny, ia banyak di Jakarta, dan pekerjaannya bukan di wilayah Sulteng. Sekali lagi bahwa — selaku pengusaha — apalagi saat ini — ia tidak urus, urusan pemerintahan. Ia menunjuk ketika zaman Gubernur sebelumnya pun sebut Ronny, dirinya tidak bersentuhan dengan pemerintahan.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa kodrat wanita — apalagi sebagai istri — ia sesekali dimintai pendapat oleh sang istri. “Kalau sekadar minta pendapat ada sih,” ungkap Ronny.
Saran yang disampaikan, tentulah yang bersifat masukan positif dan pendapat inovatif. “Biasanya saran yang substantif dan demi untuk membangun daerah,” tutur pria yang baru-baru ini didaullat menjadi Ketua Harian Partai PAN Sulteng.

Ditanya bagaimana Ronny melihat Pemkab Donggala dalam upaya mensinergikan antara program provinsi yakni Gerakan “9 Berani” dengan visi misi Pemda Donggala ? Bagi Ronny justru elok jika disinergikan.
Bahwa Visi Pemerintah Donggala adalah “Menjadi Kabupaten Donggala Bersih, Berwibawa, Berdaya Saing, Demokratis, Asri, Lestari, dan Makmur”. Untuk mencapai visi ini Bupati Vera Laruni mengandalkan lima misi. Salah satunya, “Memperkuat Pembangunan Dari Desa”.

Mengapa program provinsi harus disebangunkan dengan program kabupaten? Menurut Ronny, jika pembangunan pusat, provinsi dan daerah bersinergi, menjadikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD ) jadi “seirama”.

Karena ada yang namanya asistensi. “Acuan kabupaten adalah persetujuan Gubernur. Begitupun, asistensi provinsi ke pusat. “Itu sebab, acuan RPJMD “akan manis”, pabila disinergikan berjenjang. Bagai tinggal antara mur dan baut,” ungkap Ronny.* jay – bagian pertama

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *