Sedikit Lagi Jempatan Ipi Bungku Bisa Dilewati Umum

  • Foto atas dan bawah :
    * Kadis PUPR Daerah Morowali Rustam Sabalio, ST, MT
    * Zainal Abidin Salim, P.ST, MM

Bungku, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Tidak lama lagi masyarakat Morowali — terutama warga Kota Bungku, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) — akan kembali menikmati jembatan Ipi yang telah dirampungkan pelaksana PT. Dewanto Cipta Pratama dan PT. Surya Baru Cemerlang (KSO). Dalam pembanguan jembatan ini, PT. Wika sebagai penyuplai matrial utamanya.

Kini, jembatan cantik yang didesain dua jalur — dengan masing-masing jalur lebarnya 4.58 meter plus median 2 meter — tinggal menuntaskan pekerjaan finishing saja. Masing-masing sisinya dibuatkan trotoar selebar satu meter.

screenshot 20240313 045603 1
screenshot 1

Jembatan yang dibiayai APBD Morowali tahun 2023, memang belum bisa dilalui umum, kecuali sepeda motor. Beberapa bagian saat ini dalam perampungan, terutama menyelesaikan median yang membagi dua arah tersebut. “Kecuali sepeda motor yang bisa lewat. Kalau untuk mobil belum bisa,,” kata Abdin, warga Kota Samiun salah satu Bungku kepada CBN, Sabtu (16/3/2024).

Kadis PUPR Daerah Morowali Rustam Sabalio, ST, MT kepada CBN baru-baru ini mengatakan bahwa semua pekerjaan infrastruktur termasuk
jembatan Ipi sudah dikebut beberapa waktu lalu. “Ini sesuai keinginan pak Bupati. Bahwa tahun 2023 semua perkejaan dipercepat agar selesai tepat waktu.

screenshot 20240313 045600 2
screenshot 2

Dalam.catatan CBN, jembatan Ipi roboh tahun 2013 dan nanti tahun 2023 baru bisa dibangun.

Jembatan Ipi yang dibangun dengan bandrol IDR 66.958.000.000- memilik bentang sepanjang 132 meter. Dalam penanganannya, ternyata tak bisa diburu untuk selesai Desember sesuai kontrak tanggal 5 April 2023, selama 240 hari kerja.

screenshot 20240313 045612 1
screenshot 3

PPTK Jembatan Ipi, Zainal Abidin Salim, P.ST, MM belum lama ini menjelaskan, kontrak jembatan Ipi berakhir 12 Desember 2023. Perpanjangan mulai tanggal 13 Desember hingga 31 Januari atau selama 50 hari. Mengapa ada perpanjangan? Kata Zainal Abidin, karena jam kerja menyesuaikan dengan air surut. Yang tadinya 8 jam kerja, efektifnya cuma 3 jam saja. Untuk 1 jamnya dipakai menguras air. “Ini karena posisi pekerjaan di tengah sungai dekat muara dengan dua tiang. Kedalaman pengecoran dari permukaan 3 meter 10 centi. “Maka, durasi jam kerja yang efektif tadinya 8 jam, hanya menjadi 3 jam, menunggu air laut surut dan masuk dari muara,” ungkap Zainal.

screenshot 20240313 045609 1
screenshot 4

Intesitas hujan yang tinggi di Juli hingga Agustus 2023 lalu tambah Enal — sapaan akrab Zainal Abidin– mengakibatkan banjir, ikut menyeret dua alat pompa hisap hilang. Ini memengaruhi kecepatan menyelesaian pekerjaan. Pekerjaan bisa dilanjut, nanti air sudah surut.

Tapi kini, jembatan yang menjadi salah satu ikon Kota Bungku, Kabupaten Morowali itu, tak lama lagi akan difungsikan dan terbuka untuk dilalui umum * jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *