Sejarah Desa Canggu Kecamatan Pare -Kediri Jatim

Kediri, Jatim Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Kades Canggu Saptonoko bercerita tentang sejarah Canggu. Kata Saptonoko kepada awak media bahwa konon di zaman Kerajaan Majapahit — di masa pemerintahan Hayam Wuruk — terdapat tokoh Trunojoyo (Maling Cluring) yang memiliki empat orang anak buah. Mereka adalah Iro Menggolo, Wiropati, Gantar Pati dan Iro Buwono. Suatu ketika, empat anak buahnya dikejar-kejar oleh prajurit Majapahit. Namun dalam.oengejaran itu, prajurit Majapahit kehilangan jejak empat anak buah Trunojoyo karena memang sakti mandraguna. Keempatnya dikisahkan bisa menghilang. Namum hilangnya keempat anak buah Trunojoyo ini diperkirakan meloloskan diri melalui terowongan yang terletak di Desa Canggu 1 Wiro Manggolo. Mererka lari ke utara. Di sana Iya Wiro Manggolo dikepung bala tentara Majapahit dan akhirnya tertangkap. Itulah kemudian menjadi cikal bakal nama Desa Kepung yang sekarang menjadi Kecamatan Kepung yang berbatasan dengan Dusun Sidodadi Canggu.

Kedua, perlawaman Iropati ke Kerajaan Majapahit dengan melemparkan sebuah batu bata putih. Iropati juga tertangkap dan tewas. Peristiwa itu mengilhami penamaan Dusun Boto Putih.

Yang ketiga, Gantar Pati — masih diceritakan Saptonoko — lari ke Selatan. Gantar lari dengan mengendarai kuda kecil/belo anak kuda. Itu sebab, daerah Gantarpati menjadi desa Bloran.

Ke empat dan terakhir, adalah pelarian Iro Buwono yang mendirikan Kerajaan Surabuana. Sekarang menjadi Desa Surowono debgan candinya bernama Surowono.
Sedangkan asal nama Canggu sendiri konon ada seorang tokoh pengajar Islam bernama Mbah Surat. Karena penasaran, Mbah Surat lalu memohon petunjuk akan tempat pemujaan Candi Surabuana untuk melakukan tapa brata di sekitar area candi. Setelah Mbah Surat bersemedi, terjadi peristiwa diluar dugaan, karena Mbah Surat pincan. Konon lagi, tapa Brata Mbah Surat telah diganggu oleh penunggu Candi Surabuana.
Diperkirakan oleh sesepuh desa setempat, kata Canggu adalah berasal dari kata “PINCANG AMERGO DI GANGGU”. Adapun masyarakat yang memukimi Canggu, merupajan masyarakat pendatang dari luar Canggu.

Setidaknya kalau menengok sejarahnya, memang Desa Canggu bisa tersohir karena kedatangan empat tokoh anak buah Trunojoyo seperti yang dikisahkan
Saptonoko, Kades Canggu itu.* rusdianto – cbn

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *