Poso, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Lain pasangan, tentulah berbeda pola dalam memoles dan bagaimana nantinya, memberikan sentuhan pembangunan buat mensejahterakan Kabupaten Poso dan masyarakatnya.
Seperti yang dipapar Ir.
Sony L. Kapito Calon Bupati (Cabub) nomor urut 4 untuk Pemilihan Kepala Daerah Bupati (Pilkadabub) Poso 2024. Ir. Sony L Kapito yang berpasangan dengan Yusuf S. Adu mengusung tageline — salah satunya dari beberapa slogan — “Poso Maju dan Sejahtera” serta “Sony
Yusuf – Main Baru”.
Kurang lebih 15 tahun di legislatif Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), cukup membuat Sony L. Kapito faham teritori, adat istiadat, budaya serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat Poso. Juga, apa yang menjadi kebutuhan utama (primer – red) masyarakat Kabupaten Poso, ia sangat tahu.
Sejak di DPRD Poso, ia ngotot dan mendesk daerah untuk membuat peta potensi wilayah. Karena dengan adanya peta potensi wilayah, terasa akan lebih gampang menata daerah sesuai potensi kewilayahan yang dimiliki. ” Namun sampai hari ini, peta potensi tersebut belum ada. Maka jika Tuhan berkehendak, langkah yang akan saya lakukan bersama pasangan, pak Yusuf S.Adu yakni, akan membuat mapping,” kata Sony L Kapito saat bincang lepas dengan CBN di seputar Jalam Kabose Kota Poso baru-baru ini
Begitu resmi menjabat kata Sony, ia segera memetakan potensi wilayah Kabupaten Poso. Memetakan potensi wilayah, akan menjadi standar prioritas unggulan yang akan bisa dikembangkan. Untuk mengembangkan apa yang dibutuhkan, sesuai dengan natural
resources atau sumber daya alam (SDA) wilayah, harus disesaikan kondisi masyarakatnya.
Menurut Sony, keadaan ini harus disepadankan dengan kondisi geografis, monografis dan demografis daerah. Juga tetap mempertimbangkan iklim, suhu dan cuaca serta stuktur tanah setempat. Ini jika bicara sektor pertanian. Bila kemudian masuk ke sektor jasa, apa yang bisa dikelola masyarakat. Dan satu hal yang pasti, mengatur penduduk dan kebutuhannya bukan masalah sepele. Bagaimana mengedukasi dan memberi pemahan kepada masyarakat dengan tetap membuka ruang bagi masuknya saran, advis, pendapat dan ide-ide kreatif inovatif dari masyarakat.
Jika Poso memiliki peta potensi sesuai keunggulan wilayahnya sebut Sony, maka ini sudah menjadi modal untuk menata daerah sesuai potensi dan keunggulan-keunggulannya. Dengan peta potensi kewilayahan tersebut, Pemerintah Daerah tidak akan kesulitan untuk bekerja. “Kita tinggal membuka kran dan ruang-ruang kerjasama dengan lembaga-lembaga ataupun NJO-NJO.
Apa saja yang akan digerakkan kedepan,” tutur Sony.
Pemda Poso juga tambahnya, akan bekerja sama dengan pengusaha atau pihak investor dari luar. Tentu,
dengan dengan topangan kemudahan regulasi. Selain itu kerjasama lewat pemerintah provinsi terkait Sulteng menjadi penyanggah Ibukota Negara (IKN),
harus dibentuk semacam badan otorita yang mengatur semuanya. Ya, agar tercipta sinergitas, seimbang dan semua program bisa sejalan.
Dimasa kini dimana interkoneksi sudah terjadi dan semuanya serba terhubung, sudah tidak bisa mau
main sendiri-sendiri. “Harus tetap melakukan kerja sama dengan daerah lain plus memaksimalkan daya dukung yang dimiliki ,” ungkap Sony L. Kapito.* jay – bagian pertama





