CBN, JAKARTA – Ikatan Mahasiswa Jar Garia Jakarta (IMAJAR), berkolaborasi dengan Keluarga Besar Orang Aru se-Jabodetabek, secara resmi menyikapi ketegangan dan konflik yang terjadi antara dua desa di Kabupaten Kepulauan Aru beberapa minggu terakhir. Melalui pernyataan sikap ini, kami mendesak seluruh pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret demi pemulihan keamanan dan kedamaian.
Kami menyerukan kepada tokoh-tokoh Lembaga Masyarakat Adat (LMA), tokoh pemuda, Pemerintah Daerah, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menyelesaikan perselisihan ini. Penyelesaian konflik harus mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan, kearifan lokal, serta adat istiadat warisan leluhur yang telah lama menjadi pondasi kehidupan masyarakat Aru.
Dalam bingkai persaudaraan abadi Ursia dan Urlima, kami percaya bahwa setiap permasalahan, seberat apapun, dapat diselesaikan melalui meja musyawarah, dialog terbuka, dan semangat persatuan. Kekerasan dan perpecahan bukanlah jalan keluar; sebaliknya, ia hanya akan melukai sendi-sendi sosial yang telah terbangun selama berabad-abad.
Oleh karena itu, kami secara khusus meminta:
1. Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru dan Polres Kepulauan Aru untuk berperan aktif sebagai mediator netral dan menjamin keamanan warga selama proses penyelesaian konflik berlangsung.
2. Proses mediasi harus berlandaskan pada asas kekeluargaan dan pendekatan restoratif yang menghormati ikatan persaudaraan Ursia dan Urlima.
3. Seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu liar atau hoaks yang beredar. Mari kita jaga kewarasan kolektif dan tetap bersatu dalam bingkai One People, One Goal.
Kami berharap, dengan intervensi cepat dan bijak dari para pemangku kepentingan, kedamaian, keamanan, dan keharmonisan dapat segera kembali terwujud di Bumi Jar Garia.
Damai itu indah. Persaudaraan Ursia-Urlima jauh lebih berharga daripada sekadar kemenangan sesaat dalam perpecahan.
Hormat Kami,
Ikatan Mahasiswa Jar Garia Jakarta (IMAJAR) & Keluarga Aru Se-Jabodetabek




