Ganda-ganda, Morut – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Kepedulian tujuh perusahaan yang “diklaim” paling banyak menggunakan ruas parah sepanjang 15 Km dari batas Dusun I Desa Ganda-ganda (dekat Tower) hingga ke Dusun V Lambolo (Gunung Bangkele) akhirnya terwujud.
Sudah hampir sebulan, “ruas yang menjadi tanggung jawab provininsi itu “dikerja bareng” ketujuh perusahaan yakni PT COR, MPR, SSP, SPS, Tri Nusa, PT Suryamindo dan PT Hoffmen International. “Sudah. Sudah hampir sebulan ketujuh perusahaan barengan mengerjakan ruas itu,” kata Camat Petasia Novrianto Najamudin, SE dari balik ponselnya.
Ini, setelah masyarakat meminta adanya, tanggung jawab dan perhatian atas jalan “yang membelah” Dusun Lambolo juga nota bene masuk area lingkar tambang.
Dijerjakannya ruas Lambolo – Ganda-ganda, setelah dilakukan beberapa kali pertenuan dan pada musyawarah yang kesekian. Ya, akhirnya disepakati untuk membenahi “jalan lumpur” Lambolo. Ruas yang juga sering diistilahkan “arena off road” itu.
Sebelumnya, Kades Ganda-ganda sudah mengultimate ketujuh perusahaan tersebut, untuk sesegera mungkin melakukan eksyen lapangan.
Apalagi terbetik berita bahwa provinsi tidak bisa mengangarkan jalan yang “tersisa” 15 Km itu, untuk dikerjakan. Walaupun plan awal, sudah masuk dalam.perencanaan.
Pertama, masyarakat pemilik lahan yang dilalui ruas, sulit “mengiyakan” jika jalan diperluas melalui katingan.
Selain itu, kalaupun ruas itu dikerjakan provinsi, pastilah tidak akan berumur panjang, karena akan “digilas” kendaraan berbobot besar. Diluar itu, aliran air sepanjang lokasi ketujuh perusahaan, sewaktu-waktu akan “liar” dan bisa berpindah-pindah setiap saat.
Lalu, apa komentar Kades Ganda-ganda Haerudin Azis ketika perusahaan mulai “membenahi” ruas yang selaku dikeluhkan masyarakatnya?
Memang langkah tujuh perusahaan kini membenahi ruas Ganda-ganda – Lambolo kata Haerudin Azis, merupakan “buah” musyawarah yang belum lama ini dilakukan. Selain dia selaku Kades, Wakil Ketua I DPRD Morut Wahyu Hidayat, Ketua Komisi III serta wakilnya, langsung turun. Bersama Camat Novrianto Najamudin, SE, wakil perusahaan, juga Sekretaris Dinas PUPR setempat menemui warga. Selanjutnya, mengajak berdialog sembari berjanji untuk sebuah solusi. Sehari sebelumnya, aksi pemalangan kendaraan perusahaan yang melintas di Dusun V Lambolo dilakukan warga, pada 5 Juli baru lalu
Alhamdulillah sembari berucap syukur kini lanjut Haerudin, “jalan off road” yang jadi langganan protes masyarakat Lambolo tersebut, sudah ditangani perusahaan.
Penanganan perusahaan atas ruas itu, merupakan rangkaian cerita beberapa waktu lalu seperti sudah dipapar diawal.
Herudinpun bercerita, ketujuh
perusahaan tersebut semula diminta untuk membuat bagus jalan yang melintasi pemukiman warga yang hanya lebih kurang 5 Km.
“Aksi masyarakat saya memang sudah macam-macam. Ya, sebagai bentuk.meminta perhatian pemerintah to. Selaku pemerintah desa, saya menaikkannya ke pemerintah kecamatan. Hingga akhirnya lanjut Haerudin, Pemda Morut lewat lembaga DPRD memfasilitasi bersama-sama pemerintah kecamatan, upaya pembenahan jalan terebut.
Kata Haerudin, cerita tentang garangnya ruas provinsi yang dikenal dengan nama “Jalan Lumpur Dusun Lambolo” atau “Medan Off Road” Ganda-ganda – Lambolo, hampir tidak pernah usai.
Namun akhirnya, masyarakat Lambolo, Ganda-ganda boleh bernafas sedikit lega. Mimpi mereka tentang enaknya berkendara di jalan kurang debu saat kering dan tidak berlubang — plus lumpur liat — akan jadi kebyataan. Tujuh perusahaan tambang yang berada di ruas parah itu telah “memenuhi nazarnya”. Mantap! jay – bersambung





