Foto atas : Ilustrasi lokasi tambang
Parigi, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –
Ulah Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Abdul Sahid, hampir dalam tiga pekan belakangan, menjadi sorotan tajam. Sejumlah media lokal maupun nasional, mengangkatnya dengan beragam judul. Apa yang dilakukan Wabup Parimo sehingga menyita perhatian khalayak? Ya, menyoal langkah Sahid yang ketahuan — tapi tetap diduga — telah mematok-matok fee dan “tip” baik ke OPD (organisasi perangkat daerah), juga terhadap tambang-tambang ilegal yang ada di Parimo. Untuk seluruh OPD, setoran yang “diminta”, konon 10 persn dari nilai anggaran. Sedangkan kepada tambang-tambang ilegal — seperti yang sudah diangkat Media Online Gema Sulteng — setorannya perdua pekan atau setiap dua minggu, sebesar Rp. 20 juta. Sahid juga disebut-sebut “mengangkangi” pekerjaan di Dinas Dikjar, melaui orang kepercayaannya. Wah.
Tindakan yang dilakukan Sahid justru dinilai sangat berani dan berisiko. Disisi lain, soal ini telah melahirkan tudingan — salah satunya — akan melahirkan “cap kegagalan” pengaktualisasian visi dan misi pemerintahan duet Erwin – Sahid. “Setidaknya ini jika menakar kerja dan kinerja Erwin – Sahid dalam 100 hari kerja,” komenyar sumber.
Sumber lain menyebut bahwa Bupati Erwin, sudah pernah mengingatkan Wabup bahwa jija tudingan itu benar adanya, maka akan sangat berbahaya. “Memang, Bupati sudah mengingatkan Wabup,” kata sumber ke CBN, Selasa (9/9/2025).
Bagi sebagian masyarakat, cara-cara Wabup, bagai sebuah kontroversi ditengah ketegasan Presiden RI Prabowo yang sudah menyatakan, akan menutup total tambang-tambang ilegal di seluruh Indonesia
Apa yang dilakukan Sahid nilai berbagai kalangan — sekali lagi — sangat merugikan performa Bupati. “Yang dibuat Wabup Itu “mal manuver”,” komentar satu sumber lain.
Citra baik dengan sejumlah program untuk membangun kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong, bisa saja tersandung lantaran bias berbagai langkah kontradiktif Wabup yang tidak seirama Tupoksi. “Ini merugikan buat pasangan Erwin – Sahid yang tengah menabur simpati dan dukungan masyarakat untuk merealisasi visi misi,” sumber menambahkan.
Yang jelas, kebijakan Sahid dinilai tidak lazimbdan tidak umum di pemerintahan manapun. Langkah-langkah dia tukas sumber, beda jauh dengan pejabat daerah lain. Kebijakannya agak keluar dari rel,
sehingga memancing kontroversi.
Sementara visi Pemerintah Daerah Parigi Moutong sendiri yakni : Transformasi Parigi Moutong Sebagai Wilayah Pertanian dan Pariwisata Yang Unggul dan Maju Melalui Gerakan Membangun (GERBANG) Desaku – “Menuju Masyarakat Madani dan Mandiri Tahun 2025 – 2029. Visi tersebut, ditopang lima misi inovatif, untuk menjemput masa depan cerah bagi Kabupaten Parimo dan seluruh masyarakatnya.* jay






