Wacana Penambahan MPA PT. WRL – Diapresiasi Kapolsek Tojo

Touna, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Rencana pembentukan dan penambahan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng) diapresiasi Kapolsek Tojo AKP. Murlan Tarifuddin. Wacana pembentukan MPA oleh manajemen PT. Wana Rindang Lestari (WRL), setelah sebelumnya PT. WRL, terlibat dalam pembentukan MPA untuk tiga desa, yang dimotori Balai Pengendalian Perubahan Iklim (BPPI), Wilayah Sulawesi II Palu, dikomandoi langsung Kasi BPPI Wilayah Sulawesi II Sollu Batara, S.Hut, MH. Pembentukan waktu itu masing-masing desa menyiapkan 15 anggota. Sedangkan saat ini, ketiga desa yang kini sudah ada MPA – nya yakni, Desa Tojo dan Betaua, Kecamatan Tojo serta Desa Kasiala, Kecamatan Bongka.

MPA adalah kelompok pengendali Karhutla pada tingkat tapak. Keberadaan MPA, akan sangat membantu saat Karhutla dalam hunting dan mitigasi. MPA diharapkan akan efektif melakukan kegiatan pengendalian Karhutla bersama masyarakat, pemerintah setempat dengan dukungan jajaran kepolisian dan TNI bersama saling membahu di lapangan, saat terjadi Karhutla.

screenshot 20230917 162314 1
“Kalau lima orang perdesa, berarti kalau 15 peserta sudah bisa untuk bentuk tiga desa.”

Ditemui CBN baru-baru ini di ruang kerjanya di Mapolsek Tojo, AKP Murlan Tatifuddin mengatakan, jajaran Polsek Tojo demikian mendukung wacana pembentukan MPA di desa-desa di Tojo. Ini kata Murlan, memang sangat tepat momentnya. Karena fenomena elnino belum dapat diprediksi lama panas ekstremnya. Diprediksi, elnino bisa terjadi hingga bulan Oktober depan. Bahkan, mungkin dapat lebih dari itu.

Murlan Tarifuddin memberikan saran, dalam pembentukan MPA di lima desa oleh manajemen PT. WRL, jika boleh diambil 5 orang setiap desa. Kata Tarifuddin, itu rasanya lebih efektif. Selain menghemat waktu, pembentukan MPA di tiap desa, akan lebih menghemat biaya.

img 20230913 114019 605
Plt. Site Manager PT. Wana Rindang Lestari Bidang Ops. Pedi Ginanjar yang dikonfirmasi CBN mengatakan, setelah MPA terbentuk di tiga desa, Tojo, Betaua, Kecamatan Tojo dan Desa Kasiala, Kecamatan Ulubongka, pihaknya akan membentuk lagi MPA di lima desa. Sudah terlanjur diprogramkan 15 peserta perdesa. “Kini lagi menunggu info balik dari desa-desa itu, bagaimana kesiapan anggota yang akan diikutkan dalam pembentukan MPA. Lima desa yang akan dibentuk itu adalah Desa Pancuma, Tongku, Podi, Bugi dan Desa Kalemba,” kata Pedi Ginanjar menjawab CBN baru-baru ini di Uekuli.

Menurut Kapolsek Tojo, manfaat lain dari diambilnya Lina orang setiap desa, berarti sudah ada yang memiliki ilmu dan teknik pemadaman api saat terjadi kebakaran hutan dan lahan. Dari lima orang, akan bisa ditularkan kepada penduduk lain teori dan praktik MPA saat penanggulangan Kathutla. Lebih spesifik lagi, jika terjadi Karhutla di desa sendiri, tidak perlu menunggu MPA desa tetangga untuk datang membantu. “Sebab sudah ada lima anggota berpengetahuan penanggulangan Karhutla dan masyarakat yang sudah ditulari ilmu, untuk melakukan pemadaman secara dini dan cepat,” kata AKP. Murlan Tarifuddin.” dar – jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *