Touna, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Rencana pembentukan dan penambahan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng) diapresiasi Kapolsek Tojo AKP. Murlan Tarifuddin. Wacana pembentukan MPA oleh manajemen PT. Wana Rindang Lestari (WRL), setelah sebelumnya PT. WRL, terlibat dalam pembentukan MPA untuk tiga desa, yang dimotori Balai Pengendalian Perubahan Iklim (BPPI), Wilayah Sulawesi II Palu, dikomandoi langsung Kasi BPPI Wilayah Sulawesi II Sollu Batara, S.Hut, MH. Pembentukan waktu itu masing-masing desa menyiapkan 15 anggota. Sedangkan saat ini, ketiga desa yang kini sudah ada MPA – nya yakni, Desa Tojo dan Betaua, Kecamatan Tojo serta Desa Kasiala, Kecamatan Bongka.
MPA adalah kelompok pengendali Karhutla pada tingkat tapak. Keberadaan MPA, akan sangat membantu saat Karhutla dalam hunting dan mitigasi. MPA diharapkan akan efektif melakukan kegiatan pengendalian Karhutla bersama masyarakat, pemerintah setempat dengan dukungan jajaran kepolisian dan TNI bersama saling membahu di lapangan, saat terjadi Karhutla.

Ditemui CBN baru-baru ini di ruang kerjanya di Mapolsek Tojo, AKP Murlan Tatifuddin mengatakan, jajaran Polsek Tojo demikian mendukung wacana pembentukan MPA di desa-desa di Tojo. Ini kata Murlan, memang sangat tepat momentnya. Karena fenomena elnino belum dapat diprediksi lama panas ekstremnya. Diprediksi, elnino bisa terjadi hingga bulan Oktober depan. Bahkan, mungkin dapat lebih dari itu.
Murlan Tarifuddin memberikan saran, dalam pembentukan MPA di lima desa oleh manajemen PT. WRL, jika boleh diambil 5 orang setiap desa. Kata Tarifuddin, itu rasanya lebih efektif. Selain menghemat waktu, pembentukan MPA di tiap desa, akan lebih menghemat biaya.

Menurut Kapolsek Tojo, manfaat lain dari diambilnya Lina orang setiap desa, berarti sudah ada yang memiliki ilmu dan teknik pemadaman api saat terjadi kebakaran hutan dan lahan. Dari lima orang, akan bisa ditularkan kepada penduduk lain teori dan praktik MPA saat penanggulangan Kathutla. Lebih spesifik lagi, jika terjadi Karhutla di desa sendiri, tidak perlu menunggu MPA desa tetangga untuk datang membantu. “Sebab sudah ada lima anggota berpengetahuan penanggulangan Karhutla dan masyarakat yang sudah ditulari ilmu, untuk melakukan pemadaman secara dini dan cepat,” kata AKP. Murlan Tarifuddin.” dar – jay





