Wakil Ketua DPRD Sulteng H. Ambo Dalle Mengapresiasi Inovasi Walikota – “Palu Telah Disulap Oleh Hadianto Rasyid”

Atas : H. Ambo Dalle

Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –
Tentang berubahnya wajah Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) itu nyata. Soal Lapangan Vatulemo yang membuat perasaan kagum, tentulah tak bisa dipungkiri. Ketika banyak orang merasakan “potret” Palu sebagai Pintu Gerbang Sulteng begitu drastis berubah dari kondisi pasca gempa, tsunami dan likuifaksi hingga meluluh lantakannya. Kini Palu sudah “cantik” disana-sini. Walikota dua periode H. Hadianto Rasyid telah membangun kembali “puing-puing” Palu — bahkan — sudah melebihi profil sebelumnya. Perubahan itu melahirkan berbagai penghargaan karena penata kelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu baik dan terpola.

Salah satu yang merasakan kemajuan Palu yang demikian signifikan, adalah H. Ambodalle,
Wakil Ketua III DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng). Ambo Dalle yang juga selaku Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulteng menyampaikan itu kepada CBN, Sabtu (21/3/2026) di Rujab DPRD sisi Barat Jl. Prof. Moh Yamin. Pejabat murah senyum dan low profil ini kemarin pagi, baru saja usai melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah, di alun-alun Pemkot Palu, Vatulemo yang katanya membuat perasaannya kagum. “Saya shalat Id di lapangan Vatulemo. Ini lagi menunggu tamu yang datang. Saya sangat terkesan dengan penataan Vatulemo dan masyarakatnya yang begitu menjaga kebersihan salah satu ikon Palu itu,” katanya. Ya, menurutnya itulah keluar biasaannya. Soal kesadaran yang cukup dari masyarakat yang setiap saat ikut menjaga kebersihan Palu, hingga perlu dijempoli. Bagi yang tidak menjaga kebersihan atau — apalagi buang sampah sembarangan — akan kena denda sesuai Perda Kota Palu.

“Koran-koran pengalas sajadah shalat dikumpulkan masyarakat. Tak heran tempat itu bersih kembali,” ungkap Ambo Dalle mengapresiasi.

Ambo Dalle menilai, ini perlu sokongan. Langkah walikota harus didukung sebab Palu tengah dibenahi. “Sebagai masyarakat yang tinggal di Kota Palu, saya memberikan aplaus,” tutur Ambo Dalle.

Menurutnya, penataan Palu plus menjaga agar “Kota Kaledo” tetap bersih, perlu didukung. “Saya anggap apa yang dilakukan Wali Kota Palu, sungguh luar biasa. Khusus Lapangan Vatulemo, saya sudah berapa kali shalat masyarakat menjaga kebersihan Palui,” komentar Ambo Dalle. Maka, kalau Palu diganjar dengan penganugerahan Piala Adipura — sebagai lambang supremasi kota bersih di Indonesia, memang wajar.

Tinggal saja yang perlu diperhatikan Pemkot Palu, adalah penerangan jalan pada ruas-ruas yang belum diterangi. Ketika malam, Palu agak gelap di beberapa titik. Ini bisa dipahami, karena Palu masih terus berbenah dari keterpurukan tragedi 28 September 2018.

Yang pasti, Ambo Dalle mensuport inovasi tanpa henti yang dilakukan Walikota H. Hadianto Rasyid hingga — sekali lagi — menjalani periode kedua kepemimpinannya menakhodai Palu, seperti sudah dipapar diawal. “Tetap semangat. Mudah-mudahan pak Wali Kota tetap diberi kesehatan dan kekuatan oleh Yang Maha Kuasa, sehingga program Pemkot Palu akan berjalan berkesuaian dengan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota nya.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *