CBN, Pangkalpinang – Belasan ton beras cadangan pangan pemerintah dibagikan ke ribuan masyarakat yang ada di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Ratusan paket itu diberikan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil kepada masyarakat di Kecamatan Bukit Intan, Selasa (11/4/2023).
Molen sapaan akrab Maulan Aklil mengatakan, pembagian ribuan paket beras itu merupakan beras cadangan pangan milik Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Penyaluran bantuan ini merupakan upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi di Kota Pangkalpinang. Terutama selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 2023.
“Mudah-mudahan disaat yang tepat ini bisa cukup membantu masyarakat kita yang memang sedang membutuhkan,” kata dia kepada Bangkapos.com.
Molen menjelaskan, setidaknya terdapat 1.347 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan beras cadangan pangan. Di mana setiap kepala keluarga mendapatkan beras sebanyak 10 kilogram.
Sehingga total terdapat 13,470 ton beras yang dibagikan kepada masyarakat. Tak hanya itu, bantuan ini merupakan program dari pemerintah dalam rangka menjaga agar inflasi.
Selain itu penerima manfaat merupakan masyarakat yang masuk ke dalam program keluarga harapan (PKH) dan program bantuan pangan non-tunai.
Mereka sendiri masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Atau data induk yang berisi data masyarakat butuh pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial.
Bantuan ini untuk meringankan beban kebutuhan pangan masyarakat jelang Idulfitri serta menekan dan menstabilkan harga beras di pasaran di masing-masing daerah.
“Bantuan cadangan pangan berupa beras ini diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Masing-masing KK menerima sebanyak 10 kilogram,” beber Molen.
Di samping itu lanjut dia, sepanjang bulan April 2023 ini pemerintah kota berencana menggelontorkan bantuan beras cadangan pangan sebanyak 82 ton. Beras sebanyak itu nantinya akan dibagikan kepada sekitar delapan ribuan lebih masyarakat penerima bantuan. Terutama yang berada di tujuh kecamatan yang ada di Kota Pangkalpinang.
Hal ini sebagaimana pemerintah pusat yang mengeluarkan instruksi agar setiap daerah membagikan sesuai kemampuan masing-masing. Harapannya, masyarakat memiliki daya beli yang bagus sehingga perekonomian mereka lebih baik.
“Untuk bulan April ini membantu sebanyak 8.000 lebih masyarakat kurang mampu dengan total beras sekitar 82 ton,” ungkapnya.
Meskipun demikian kata Molen, bantuan beras ini merupakan salah satu program bantalan sosial yang digulirkan pemerintah sesuai arahan Presiden. Pelaksanaan penyaluran bantuan pangan ini sudah dimulai sejak akhir Maret 2023 lalu.
Penyaluran bantalan sosial ini akan terus dipantau agar diterima oleh seluruh KPM yang sudah yang sudah didata oleh Kementerian Sosial. Pihaknya akan berkomitmen untuk menjamin penyaluran program bantuan ini secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Guna memastikan hal tersebut, ia mengaku telah menginstruksikan ke seluruh jajaran untuk melakukan percepatan penyaluran bantuan pangan.
“Tiga bulan berikutnya ada lagi, kita berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah membantu hal ini,” pungkas Molen.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri mengungkapkan, beras cadangan pangan ini di distribusikan oleh Perum Bulog Jakarta dan tidak untuk diperjualbelikan.
Beras cadangan pangan ini dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia.
Untuk Kota Pangkalpinang mendapat 82 ton untuk disalurkan ke masyarakat di tujuh kecamatan yang ada di Kota Pangkalpinang. Puluhan ton beras itu akan dibagikan kepada delapan ribu kepala keluarga. Mulai dari Kecamatan Bukit Intan sebanyak 1.347 kepala keluarga.
Kecamatan Gabek sebanyak 1.066 kepala keluarga, Kecamatan Gerunggang sebanyak 1.268 kepala keluarga, Kecamatan Girimaya 789 kepala keluarga, Kecamatan Pangkalbalam sebanyak 1.080 kepala keluarga, Kecamatan Rangkui sebanyak 1.633 kepala keluarga serta Kecamatan Taman Sari 1.057 kepala keluarga.
“Ini adalah bantuan cadangan pangan untuk pemulihan ekonomi, ini akan kita bagikan kepada warga yang membutuhkan di tujuh kecamatan dan Kecamatan Bukit Intan ini adalah yang pertama,” ujar Samri.
Walaupun begitu kata Samri, beras ini terlebih dahulu dicek kondisi kualitas dan kuantitasnya.
Kemudian, Bulog berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan transporter yang ditunjuk yaitu PT Pos Indonesia untuk mendistribusikan beras bantuan pangan sesuai dengan penunjukan wilayah kerja masing-masing.
Percepatan penyaluran beras cadangan jni untuk membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat. Utamanya dalam menghadapi bulan Ramadhan dan persiapan Idul Fitri 2023. Dengan prioritas masyarakat miskin dan kurang mampu yang terdata di Dinas Sosial.
“Semoga beras ini dapat membantu masyarakat Kota Pangkalpinang dalam menghadapi hari raya lebaran,” ucapnya. ( RedCBN )







