Warga Jatim Wajib Tahu! Wagub Jatim Ungkap Pendapatnya Soal Kemiskinan: KEK Menjadi Salah Satu Faktor Terpenting dalam Penuruan Angka Kemiskinan!

Gresik & Singhasari, CBN – Wakil Gubernur Jawa Timur, yakni Emil Elestiant Dardak, memberikan pendapat bahwa, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik dan Singhasari, yang membuka lapangan pekerjaan dan melakukan penyerapan tenaga kerja, menjadi salah satu faktor penting yang memberikan dampak positif berupa penurunan angka kemiskinan di wilayahnya.

Emil, usai kegiatannya di acara “Indonesia Special Economic Zones (SEZ) Forum 2023” di Surabaya, pada hari Kamis (03/08/2023), menyampaikan pendapatnya.

“Jawa Timur adalah salah satu provinisi besar di Indonesia. Oleh karena itu, kualitasnya tidak dapat dilihat langsung secara mutlak. Tapi, jika kita memperhatikannya secara searah. Menurut saya, dengan adanya penyerapan tenaga kerja yang baik, hal itu bisa menurunkan angka kemiskinan,”

“Padahal, jika dilihat lagi, mencari pekerjaan di zaman ini memang susah. Namun, di KEK Singhasari misalnya, sudah ada 300 animator yang secara tidak langsung, dapat membantu pelaku usaha untuk berkembang. Sehingga, proses penyerapan tenaga kerjanya, terbilang cukup baik,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov Jatim, Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa, selama 6 bulan terakhir, yakni sejak September 2022, hingga Maret 2023, penduduk miskin di Jatim turun 0,14%.

Pada September 2022, penduduk miskin Jatim sebesar 10,49%, turun menjadi 10,35% di bulan Maret 2023.

Menurut Beliau, untuk mencapai pembangunan secara maksimal, setiap KEK harus memiliki narasi unik masing-masing. Karena, Jawa Timur menjadi lokomotif perekenomian nasional yang tumbuh 4,99% pada triwulan I-2023, dengan kontribusi ekonomi terbesar di Pulau Jawa.

Selain itu, orang nomor 2 di jajaran Pemprov Jatim juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian RI), karena telah diberikan kepercayaan untuk mengembangkan dua KEK yang memiliki karakter berbeda.

KEK Gresik sendiri memiliki luas Residental Estate sebesar 800 hektar, Industrial Estate 1800 hektare, dan Ports Estate sekitar 350 hektar. Tenaga kerja KEK Gresik sendiri mencapai 199.818 orang. Kegiatan utama di KEK ini, antara lain: industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik.

Sedangkan untuk KEK Singhasari, tema yang diutamakan adalah human resources. Sehingga, pusat perkembangan kegiatan usaha dan investasi KEK di Singhasari berkaitan dengan pengembangan sektor digital, seperti: Animation and Film Factory; serta Coding Factory.

Tak hanya itu, ada pula pengembangan di sektor pariwisata, yakni Community Based Tourism untuk Destinasi Gunung Arjuno. Selain itu, ada juga pengembangan di bidang pendidikan yang berkaitan dengan: Center for Future Work, by UMM; serta Rencana Pendidikan PTLN King’s College London (KCL).

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, yakni Susiwijono menyampaikan, “Dengan adanya rencana pertumbuhan perekonomian nasional, kami akan menargetkan investasi industri manufaktur di Gresik hingga Rp. 120 triliun, untuk lima tahun ke depan. Hal ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.”

Atas dasar tersebut, menurut pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian RI), sejumlah industri manufaktur akan diarahkan semua ke Jatim.

R.A – CBN

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *