CBN, Kotabaru Kalsel – Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus memperkuat langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membenahi tata kelola birokrasi.
Menjelang akhir 2026, pemerintah daerah memprioritaskan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penyaluran bantuan yang tepat sasaran, sekaligus mendorong penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) agar sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Sekretaris Daerah Kotabaru, H. Eka Saprudin, menegaskan bahwa akurasi data menjadi faktor utama dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem hingga mendekati nol persen.
“Arahan Bupati jelas, kita harus kerja keras tekan kemiskinan ekstrem mendekati nol persen. Kuncinya satu, data harus valid. Saya minta kades, lurah, RT, jangan asal lapor. Laporkan kondisi riil warga. Jangan sampai bantuan salah sasaran,” tegas Eka Saprudin.
LMenurutnya, Pemkab Kotabaru mengapresiasi capaian penurunan kemiskinan yang sudah diraih, namun tidak boleh berpuas diri. Intervensi program sengaja dibedakan berdasarkan karakteristik wilayah.
“Untuk kota kita kuatkan permodalan UMKM, untuk pesisir kita bantu alat tangkap dan budidaya tambak. Jadi tepat sasaran dan tidak salah penerima,” ujarnya.
Di sektor SDM birokrasi, Pemkab Kotabaru terus mengimplementasikan manajemen talenta. ASN ditempatkan sesuai kompetensi, keahlian, dan latar belakang pendidikan, Sekdakab Kotabaru.
Terkait kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Eka Saprudin menyebut Pemkab sedang mematangkan formasi dan koordinasi anggaran.
“Kita sedang siapkan formasi dan hitung kemampuan keuangan daerah. Kita ingin honorer kita terakomodir secara bertahap, tapi tetap realistis dengan anggaran daerah,” jelasnya. *Syf.








