CBN, SIDENRENG RAPPANG – Di tengah tingginya aktivitas pelayanan kunjungan dan pengawasan lalu lintas keluar masuk pengunjung, Usmanto, petugas pintu utama (P2U) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidenreng Rappang, tetap menunjukkan komitmennya dalam menjalankan kewajiban beribadah di sela tugas pengamanan, Rabu (28/10/2026). Ibadah yang dilaksanakan di ruang pintu utama tersebut menjadi wujud keseimbangan antara tanggung jawab kedinasan dan kewajiban spiritual, sekaligus sarana memanjatkan doa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keselamatan, perlindungan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas pelayanan dan pengamanan.
Sebagai garda terdepan pengamanan, petugas P2U memiliki tanggung jawab penting dalam mengawasi keluar masuknya orang dan barang, memastikan kelancaran pelayanan kunjungan, serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan Rutan. Tingginya mobilitas pengunjung menuntut kesiapsiagaan, ketelitian, dan kedisiplinan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Di tengah kesibukan tersebut, Usmanto tetap menyempatkan diri menunaikan ibadah tanpa mengabaikan tanggung jawab pengamanan. Momentum ini menjadi gambaran bahwa padatnya aktivitas pekerjaan bukanlah penghalang untuk tetap mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Melalui ibadah dan doa, Usmanto memohon perlindungan, kesehatan, keselamatan, serta kekuatan dalam mengemban amanah sebagai petugas pemasyarakatan yang setiap hari menghadapi berbagai dinamika pelayanan dan pengamanan.
Kepala Rutan Sidrap, Agus Salim, menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme kerja dan penguatan nilai keimanan serta ketakwaan. Kedisiplinan dalam beribadah diharapkan turut membentuk karakter petugas yang sabar, berintegritas, bertanggung jawab, dan humanis dalam memberikan pelayanan.
Pelaksanaan ibadah di sela aktivitas kedinasan juga menjadi pengingat bahwa kewajiban spiritual dan tanggung jawab pekerjaan harus berjalan beriringan, dengan tetap memperhatikan keberlangsungan pelayanan serta prosedur pengamanan yang berlaku.
Melalui keteladanan tersebut, Rutan Sidrap terus mendorong terciptanya budaya kerja yang profesional, humanis, dan religius sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebab, ibadah tidak mengenal tempat dan pengabdian tidak mengenal lelah. Di tengah kesibukan menjalankan tugas, setiap sujud menjadi wujud kerendahan hati, setiap doa menjadi harapan keselamatan, dan setiap pekerjaan menjadi amanah yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab.








