Bonebolango, Gorontalo- Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Dalam pekan ini sudah dua kali penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo memeriksa Dirut PDAM Tirta Bulango, Yusar Laya.
Dia diperiksa berkaitan dengan hibah Rp. 12 Milyar dari Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR di tahun 2018 untuk sambungan air bersih 4.000 rumah tangga miskin di Kabupaten Bone Bolango (Bonbol). Pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi dan tidak tuntas.
“Komponen meteran air terbuat dari plastik, bukan logam dan jumlah rumah yang tersambung tidak sampai 4.000,” ungkap sumber.
Bukan itu saja. Yusar juga diperiksa menyangkut bantuan Rp. 9 Milyar dari Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR ditahun 2019 untuk sambungan air bersih bagi 3.000 Kepala Rumah Tangga (KRT) miskin.
Anggaran pemasangan ini, seperti pada tahun sebelumnya, ditalangi dahulu oleh Pemda Bonbol. Nanti begitu pekerjaannya selesai baru PDAM menagih ke Kementerian.
Tetapi untuk kali ini Kementerian menolak membayar karena setelah diperiksa di lapangan, pekerjaannya tidak ada alias fiktif.
Pada pemeriksaan itu Yusar mengaku semua problem PDAM rutin dilaporkan kepada Bupati Hamim Pou.
Sumber juga menyebut sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan termasuk seorang karyawati Yusar. Sang karyawati cantik yang konon telah menikah dengan pejabat penting di Bonbol itu, disebut paling tahu hal-hal diatas.
Yusar Laya yang pekan lalu mengundurkan diri sebagai Dirut setelah 10 tahun menjabat, beberapa kali dihubungi CBN dinomor ponsel 08119178XXX untuk konfirmasi, belum berhasil.
Info terbaru yang diterima CBN menyebut Kejati akan merilis nama-nama tersangka dalam waktu dekat ini.* jay











