Tentena, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Dalam setahun berjalan, berbagai upaya dan langkah untuk mengkondisikan Polri yang Presisi telah dilakukan. Bagaimana agar jajaran Polsek Pamona Utara, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menjadi pelayan yang disenangi, dicintai dan dirindukan masyarakat. Polisi setiap saat ada, dan bisa hadir dengan cepat saat dibutuhkan.

Begitu Kapolsek Pamona Utara, AKP Felix Saudale, SH menjelaskannya kepada CBN baru-baru ini di Mapolsek Pamona Utara, Tentena. Kata Felix, bagaimana upaya-upaya pembinaan kepada masyarakat selalu menjadi bagian terpenting. “Hal itu yang selalu saya tanamkan kepada jajaran. Mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tetap menjaga Harkamtibmas. Ini pertama dan salah satu yang utama, sesuai arahan dan keinginan dari pimpinan,” kata Felix.

Menurut Felix, sejak menjadi Kapolsek Pamona Utara lebih kurang setahun, ia berusaha tetap memrioritaskan pelayan yang simpel tanpa neko-neko “Masyarakat dibiasakan tidak boleh takut datang melapor atau membawa keluhannya. Itu sebabnya, kesan yang kita tonjolkan di wilayah hukum Pamona Utara bahwa polisi itu benar-benar menjadi pelayan dan pelindung masyarakat,” tegas Felix. Tidak malah sebaliknya. Polisi harus memberi contoh dan teladan yang baik. Tidak boleh menampilkan profil tidak baik dan menakutkan, sehingga bisa-bisa dijauhi masyarat yang mesti diayominya.

Nah, jika ada keluhan apa saja yang masuk lanjut Felix, harus langsung disespon. “Tidak ada kata tunggu,” demikian Felix menggambarkan.

Menyoal pelayanan terbaik sebut Felix sudah ia terapkan dan berlaku berjenjang. Secara hirarki pelayan yang baik, harus satu warna hingga ke Bhabinkamtibmas dan Kapolpos sebagai garda terbawah.

Mengutamakan pelayanan terbaik dan tidak menunda waktu, seperti contoh baru-baru ini.  Ketidak nyamanan yang dirasakan masyarakat Tentena karena bisingnya suara sepeda motor yang menggunakan knalpot bogart (racing – red), langsung disahuti. “Tanpa menunda waktu, saya langsung menggelar sweeping. Itu salah satu bentuk responsif kami atas laporan yang disampaikan masyarat,” sebut Kapolsek yang tegas, namun ramah.

Felix menyatakan, berusaha pula membangun sinergitas yang baik secara eksternal. Selain dengan Forkopimcam, juga menggalang harmonisasi dengan tokoh-tokoh setempat. “Seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemudanya, serta elemen masyarakarat lain,” papar Felix.

Menyoal evaluasi kerja dan kinerja Polsek Pamona Utara sejak tahun 2021, saat ini dan bagaimana di tahun depan? Felix sekali lagi mengatakan, tetap mengacu pada arahan pimpinan Yakni, berusaha terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebaik mungkin sebagai suatu yang prioritas. Artinya semua bentuk pelayanan, senantiasa terjabarkan oleh anggota secara profesional, sesuai prosedur dan SOP yang baku.

Lebih jauh Felix menerangkan, pada jajaran ia selalu mengingatkan dan mewanti-wanti agar dalam pendekatan kepada masyarakat, senantiasa menjaga etika, sikap atau etitut, dan mengedepankan humanisme serta kesantunan. Bahkan sikap humanis tetap dinomor satukan bahkan saat upaya paksa seperti melakukan penggeledahan, namun tetap sesuai koridor aturan. Bila ada melanggaran hukum, akan diproses dan jika harus, dilakukan penahanan berdasar peraturan berlaku.

Dengan menjaga sikap baik tambah Felix lagi, diharapkan dapat melahirkan rasa sejuk dihati masyarakat terhadap sosok polisi sebagai pengayom masyarakat. Begitu.* jay – bersambung