Belum Tiga Bulan Aspal CV. TPC Retak Pecah-pecah

Foto atas dan bawah : Hotmix baru kurang lebih tiga bulan, sudah pecah-pecah. Aspal tepinya juga “keropos”.

img 20231019 101909 905

Morut, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Belum lagi puas menikmati jalan yang semula rata-rata mulus, kini ruas hotmix kurang lebih 1,2 Km yang dikerjakan CV. Timur Putra Celebes (TPC) di Desa Ganda-ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sudah pecah retak di sejumlah bagian. Selain itu ada beberapa bagian malah berlubang, baik di bagian tepi dan lubang kecil-kecil sekelereng dan sebesar mangga kecil, di pinggiran yang pecah dan retak-retak ada di sejumlah titik.

screenshot 20231101 202301 2
Ir. Asbudianto, ST, M.Si

Jalan provinsi yang dibangun dari anggaran Penanganan Long Segmen Ruas Towi – Kolonedale (DAK) senilai Rp. 3.71 Miliar itu, menimbulkan berbagai penilaian. Rata-rata nilai minus yang muncul.

Ada yang menilai jalan itu dibuat “seperti”, bagai, seolah terlalu terburu-buru. Juga kemungkinan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) yang merupakan salah satu dari tiga lapisan didalam lapis aspal, tidak terlalu padat, sehingga menyebabkan berbagai kemungkinan itu.

Salah satu warga yang biasa dipanggil Rus (59), yang rumahnya berada tepat di tepi jalan dekat Tower Desa Ganda-ganda, batas awal dikerjakannya pembenahan perkerasan, Base A dan Base B jalan Desa Ganda-ganda hingga tahap pengaspalan. Jadi si warga betul-betul mengikuti tahapan pekerjaan jalan provinsi itu mulai dari perkerasan, Base A, Base B, hingga hotmix. Ia mengatakan,
pondasi memegang peranan penting dalam ketahanan suatu jalan. Selain soal jalan, yang disorot terkait penghotmixan 1,2 Km jalan Ganda-ganda tersebut, yakni pengerjaan drainasenya. “Dinding drainase seperti campuran 1 X banyak. Coba lihat pak, sebagian retak-retak dan keropos,” tunjuk salah satu penduduk lain, yang rumahnya sekitar 50 meter dari Rus kepada CBN.

Menurut Rus — yang juga nampak punya pengalaman pengerjaan konstruksi jalan — kerusakan yang dimulai dari retak-retak dan pecah di aspal hotmix Desa Ganda-ganda, bisa disebabkan karena lapis pondasi agregat tidak kuat dan tidak stabil. “Makanya permukaan aspal jadi bisa pecah-pecah begitu,” komentar Rus.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (Bima Taring) Sulteng, Ir. Asbudianto, ST, M.Si yang dikonfirmasi CBN, Selasa (31/10/2023) mengatakan, ini faktor pelaksanaan. Sedangkan buatan alam saja, kadangkala harus rusak atau harus diperbaiki.

“Nanti kami akan turun ke lapangan. Dan yang rusak itu harus diperbaiki,” kata Asbudianto.

Menurut Asbudianto,, akan ada opname. Timnya akan akan turun di pekan kedua November ini untuk memeriksa.

Bisa saja kondisi yang ada, lantaran aspal belum padat sudah dilewati kedaraan. “Kan kita semua tahu bahwa di sana sering sekali ribut. Ketika kita ngaspal, baru ditutup setengah jam, itu orang-orang sudah ribut untuk meminta segera dibuka saat pelaksanaan oekerjaan,” ungkap Budi, sapaan akrab Asbudianto. Sebagian minta jalan dibuka, tapi sebagian lagi tetap mau ada penutupan. Jadi banyak faktor. “Nantilah tim ke sana untuk memeriksa apa penyebab retak-retak itu,” tegas Asbudianto.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *